Ekonomi Lesu, Puluhan Karyawan Sebuah Hotel di Sragen Terkena PHK

Foto ilustrasi. - Bisnis Indonesia/Rahmatullah
09 Juni 2020 12:27 WIB Moh Khodiq Duhri News Share :

Harianjogja.com, SRAGEN – Lesunya bisnis perhotelan selama pandemi Covid-19 memakan korban. Sebanyak 23 karyawan menjadi korban pemutusan hubungan kerja alias PHK dari sebuah hotel di Sragen.

Informasi yang dihimpun JIBI/Solopos dari Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sragen, jumlah karyawan yang menjadi korban PHK di Sragen sebelum Lebaran ada 1.392 orang. Sementara jumlah karyawan yang dirumahkan mencapai 128 orang.

Selain itu, terdapat 101 karyawan yang tidak diperpanjang masa kerjanya setelah durasi kontrak habis. Sejumlah kebijakan yang tidak menguntungkan bagi pekerja itu diambil perusahaan dalam rangka mengurangi kerugian yang lebih besar akibat pandemi Covid-19.

Sebuah perusahaan tekstil di Purwosuman Sragen menjadi penyumbang karyawan yang di PHK terbesar di Sragen. Di pabrik ini terdapat lebih dari 800 karyawan yang di PHK.

Pandemi Covid-19 membuat perusahaan tekstil itu benar-benar tiarap. Proses produksi barang di perusahaan itu terganggu karena pemerintah mengharuskan penerapan physical distancing.

Pengiriman bahan baku juga terhambat sehingga target produksi tidak tercapai. Bukan hanya itu, perusahaan tekstil ini juga kesulitan mendapatkan suku cadang dan memasarkan produk selama pandemi.

Dua pekan setelah Lebaran, gelombang PHK akibat pandemi Covid-19 ternyata belum berakhir. Hingga Senin (8/6/2020), jumlah karyawan yang menjadi korban PHK di Bumi Sukowati terus bertambah.

“Jumlah [korban] PHK ada 1.415 orang dan yang dirumahkan ada 128 orang. Ada penambahan dari perusahaan perhotelan di Sragen, yang di-PHK ada 23 orang,” jelas Sekretaris Disnaker Sragen, Afif Ajiputra.