Ini Kesepakatan AirAsia dengan Karyawan Setelah Memutuskan Dua Bulan Setop Operasi

Pesawat Air Asia melintas di Bandara Internasional Adi Sutjipto Yogyakarta, Jumat (4/5/2018). - JIBI/Dwi Prasetya
04 Juni 2020 12:27 WIB Anitana Widya Puspa News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - PT AirAsia Indonesia Tbk. melakukan kesepakatan dan inisiatif dengan sejumlah karyawannya setelah dua bulan berhibernasi dalam operasionalnya sejak 1 April 2020.

Corporate Secretary AirAsia Indonesia Indah Permatasari Saugi menjelaskan inisiatif ini dilakukan atas kesepakatan bersama agar perusahaan tetap bisa berjalan dalam menghadapi ketidakpastian situasi. Di antaranya termasuk potensi perpanjangan pembatasan sosial di sejumlah wilayah.

"Status kepegawaian semua tenaga kerja masih tetap seperti semula, kecuali 9 orang di luar dari yang disebutkan sebelumnya, yang masa kerjanya berakhir bersamaan dengan pandemi," jelasnya, Kamis (4/6/2020).

Dia juga menjelaskan berkurangnya jumlah karyawan selain sembilan orang yang masa kerjanya berakhir bersamaan dengan pandemi tersebut dikarenakan sejumlah karyawan juga mengajukan pengunduran diri (resign) serta alasan lainnya dilakukan relokasi.

Dia memaparkan dalam kondisi saat ini, maskapai dengan jenis layanan minimum ini mempekerjakan sebanyak 1.645 tenaga kerja, 873 di antaranya disepakati untuk bertugas menjalankan operasional penerbangan yang sementara waktu diberlakukan reorientasi untuk mengikuti program pelatihan daring dari rumah.

Selain itu mereka juga diarahkan untuk membantu unit layanan pelanggan (customer happiness). Namun, sebagian karyawan operasional tersebut dapat ditugaskan sewaktu-waktu untuk melayani penerbangan charter dan kargo serta untuk membantu upaya misi kemanusiaan dan penanggulangan Covid-19 di Indonesia. Hal ini dilakukan sambil menunggu pengoperasian kembali layanan penerbangan berjadwal yang telah dihentikan oleh perusahaan sementara sejak 1 April 2020.

Selain itu, imbuhnya, sesuai kesepakatan bersama sebagian karyawan yang berjumlah 328 orang telah mendapatkan pengurangan waktu kerja antara 10 persen hingga 50 persen perbulan sesuai dengan tingkat kesenioritasannya di manajemen.

"Kami berharap langkah ini adalah yang terbaik untuk kita bersama terutama untuk memastikan kami dapat terus menyediakan layanan penerbangan yang terjangkau kedepannya," tekannya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia