Advertisement
Pemerintah Rekomendasikan 89 Proyek Masuk PSN
Suasana di Bendungan Rajui, Aceh, Sabtu (22/2 - 2020). Bendungan ini berkapasitas 2,67 juta meter kubik untuk mengairi areal persawahan seluas 1.000 hektare yang berlokasi di Kabupaten Pidie yang telah diselesaikan pembangunannya pada 2016. Kementerian PUPR menargetkan delapan bendungan yang menjadi Program Strategis Nasional (PSN) dapat rampung pada 2020. Bisnis/Agne Yasa.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Pemerintah merekomendasikan sebanyak 89 proyek menjadi proyek strategis nasional dari total 245 usulan proyek yang masuk.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa penentuan kriteria proyek strategis ini mempunyai peran terhadap perekonomian dan kesejahteraan sosial, termasuk memberi dampak positif terhadap lapangan kerja, kegiatan sosial ekonomi masyarakat, dan juga sustainibilitas dari pada lingkungan.
Advertisement
"PSN [proyek strategis nasuonal] tersebut juga selaras dengan sektor-sektor lain terutama pembangunan infrastruktur dengan kawasan industri, kawasan pertumbuhan ekonomi, kawasan wisata, dan proyek didistribusikan secara nasional," ujarnya dalam konferensi pers, Jumat (29/5/2020).
Lebih lanjut, perincian dari 89 PSN senilai Rp1.422 triliun yang disetujui tersebut adalah 15 proyek jalan dan jembatan, 5 proyek bandara (Rp5,66 triliun), 5 proyek kawasan industri sebesar (Rp327,2 triliun), 13 proyek bendungan dan irigasi, 1 proyek tanggul laut (Rp5,68 triliun), 1 program dan 2 proyek smelter, serta 1 proyek penyediaan lahan pangan di Kalimantan Tengah.
Kemudian, 5 proyek pelabuhan, 6 proyek kereta api, 13 proyek kawasan perbatasan, 13 proyek energi, enam proyek air bersih, 1 proyek pengolahan sampah, dan 3 proyek pengembangan teknologi termasuk teknologi drone senilai Rp7,17 triliun.
Menko Airlangga juga menyampaikan bahwa proyek-proyek tersebut tersebar di beberapa wilayah, antara lain tujuh proyek di Sumatra senilai Rp117 triliun, 25 proyek di Jawa senilai Rp462 triliun, 17 proyek di Kalimantan senilai Rp144 triliun, 8 proyek di Sulawesi senilai Rp208 triliun, 12 proyek di Bali dan Nusa Tenggara senilai Rp28 triliun, dan Maluku hingga Papua senilai Rp111 triliun.
"Adapun, secara nasional ada 11 proyek senilai Rp351 triliun," katanya.
Data Kementerian PUPR menunjukkan bahwa terdapat efek berganda yakni dari setiap Rp1 triliun proyek bisa mempekerjakan sekitar 14.000 tenaga kerja baik secara langsung dan tidak langsung.
Walhasil, dalam periode 2020—2024, seluruh proyek ditargetkan bisa menyerap sekitar 4 juta tenaga kerja setiap tahunnya atau selama proyek berjalan agregatnya bisa mencapai 19 juta orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Listrik Kuba Kembali Padam Saat Tekanan Krisis Energi Meningkat
- Ledakan Petasan di Pamekasan Bongkar Produksi Berdaya Ledak Tinggi
- China Desak Penghentian Konflik Timur Tengah Saat Idulfitri
- Konflik Gas Iran-Qatar Picu Lonjakan Harga, Trump Berubah Arah
- Di Momen Lebaran Vladimir Putin Soroti Peran Muslim Rusia
Advertisement
Senin Mau ke Solo? Simak Jadwal Keberangkatan KRL Jogja-Solo, 23 Maret
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal KA Prameks Rute Kutoarjo-Jogja Minggu 22 Maret 2026
- Catat Lur, Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo, Minggu 22 Maret 2026
- Banyak Lakukan Kesalahan, Leo/Bagas Gagal di Orleans Master
- KORKAP Sleman Disiapkan Jadi Sistem Pengembangan Atlet
- Ular Masuk Sanggar Didik Nini Thowok, Petugas Damkar Langsung Meluncur
- Begini Cara Mendapatkan Diskon Tarif Tol 30 Persen Saat Arus Balik
- Harga Emas Pegadaian Turun Tipis Seusai Lebaran, Ini Daftarnya
Advertisement
Advertisement







