Aldila Sutjiadi Juara Bad Homburg Open 2026 Jelang Wimbledon
Aldila Sutjiadi juara Bad Homburg Open 2026 bersama Vera Zvonareva usai menang di final, menjadi modal menuju Wimbledon.
Terdakwa kasus dugaan penganiayaan terhadap remaja Bahar bin Smith menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat, Kamis (28/2/2019). /Antara Foto-M Agung Rajasa
Harianjogja.com, JAKARTA - Pemimpin Majelis Rasulullah, Habib Bahar bin Smith kembali ditangkap dan ditahan di Lapas Gunung Sindur, Bogor, Selasa (19/5/2020) dini hari, karena melanggar ketentuan asimilasi. Ia dinilai telah membuat keresahan dan melanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) saat bebas, sehingga asimilasinya dicabut dan ia dijebloskan lagi ke penjara.
Kepadanya dicabut asimilasinya dan selanjutnya diperintahkan untuk dimasukkan kembali ke dalam Lembaga Pemasyarakatan untuk menjalani sisa pidananya dan sanksi lainnya sesuai ketentuan,” demikian pernyataan Kemenkumham, dikutip dari Okezone--jaringan Harianjogja.com.
Habib Bahar yang sebelumnya divonis 3 tahun bui karena menganiaya anak di bawah umur mendapatkan asimilasi dari Kemenkumham. Bahar pun bebas dari Lapas Pondok Rajeg, pada Sabtu 16 Mei 2020.
Keluar dari penjara, Habib Bahar disambut bak pahlawan oleh massa pengikutnya saat kembali ke Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin di Kampung Pabuaran Kaler, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor. Mereka menyanyikan yel-yel menyemangati Bahar. Bahar di atas mobil dengan baret merah di kepala ikut bernyanyi mengepalkan tangan.
Habib Bahar di hadapan massa pendukungnya berorasi berapi-api mengkritik pemerintah. Dia berjanji tetap menyampaikan apa yang dianggapnya sebagai kebenaran, meski harus menanggung risiko dipenjara lagi.
“Saya rida saya ikhlas, besok dipenjara lagi saudara-saudara. Oleh karenanya hadirin sekalian yang dimuliakan oleh Allah SWT, terus berjuang saya tak pernah kapok,” katanya dalam orasinya yang videonya sempat beredar luar di media sosial.
Banyak orang berkerumun tanpa mengindahkan PSBB dan protokol kesehatan saat itu membuat Kemenkumham berang hingga menganggapnya melanggar ketentuan. Asimilasinya pun dicabut. Bahar pun dijebloskan lagi ke penjara.
Berikut isi ceramah Habib Bahar usai bebas dari Lapas Pondok Rejeg sebelum ditahan lagi.
Sudah sering saya katakan saudara-saudara, para pahlawan-pahlawan, beliau-beliau mengorbankan jiwa, nyawa, darah, harta, keringat, demi NKRI. Demi kemerdekaan itu pahlawan. Pejabat-pejabat sekarang, pemerintah-pemerintah sekarang, mereka tidak berkorban demi rakyat, mereka bukan berjuang demi rakyat, tapi rakyat yang mereka korbankan, negara yang mereka korbankan, orang susah yang mereka korbankan demi kepentingan perut partai dan politik.
Oleh karena itu, saya tanya lawan atau biarkan? Lawan atau biarkan? Lawan atau biarkan? Saudara-saudara, saya baru tadi sore keluar dari penjara.
Baru tadi sore saya keluar dari penjara. Tapi, saya telah bersumpah di pengadilan, bahwasanya saya Bahar bin Smith bersumpah ketika itu, di hadapan para hakim, di hadapan para jaksa, di hadapan para pengacara, di hadapan seluruh hadirin yang hadir, bersumpah saya Bahar bin Smith, bersumpah demi Allah selama kedua mata saya masih terbuka untuk melihat kemungkaran melihat penderitaan rakyat, melihat kesusahan rakyat maka selama itu tidak ada satu pun yang bisa menghentikan membungkam mulut saya.
Oleh karenanya, apa yang saya sampaikan hari ini, saya tidak takut besok ditangkap polisi, di penjara lagi. Sore ini saya keluar, besok pagi saya ditangkap lagi, demi berjuang untuk rakyat berjuang untuk Indonesia, berjuang untuk rakyat susah yang sengsara di lockdown, dimatikan di rumahnya sendiri.
Saya ridha saya ikhlas, besok dipenjara lagi saudara-saudara. Oleh karenanya hadirin sekalian yang dimuliakan oleh Allah SWT, terus berjuang saya tak pernah kapok.
Berita ini sudah tayang di Okezone.com dengan judul \'Begini Ceramah Habib Bahar di Depan Massa Pendukung Sebelum Kembali Ditangkap\'.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Aldila Sutjiadi juara Bad Homburg Open 2026 bersama Vera Zvonareva usai menang di final, menjadi modal menuju Wimbledon.
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.