Pertamina Siapkan Protokol New Normal untuk Pekerja dan Pelanggan

Direktur PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati melakukan penandatangan kerja sama dengan PT Microsoft Indonesia diwakili oleh Country GM Presiden Direktur, Haris Izmee yang disaksikan oleh Menteri BUMN, Erick Thohir bertempat di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Rabu, (8/4/2020). - Istimewa/Pertamina
18 Mei 2020 22:47 WIB Yanita Petriella News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – PT Pertamina (Persero) bersiap menyusun protokol normal baru (new normal) untuk perlindungan operasional kepada pekerja, pelanggan, mitra dan pemasok selama bekerja baik di dalam maupun di luar wilayah operasi.

Hal ini dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Menteri BUMN melalui surat nomor S-336/MBU/05/2020 pada 15 Mei 2020 perihal Antisipasi Skenario The New Normal BUMN.

Untuk diketahui, dalam surat tersebut Menteri BUMN Erick Thohir meminta pegawai di bawah 45 tahun masuk kerja dan 45 tahun ke atas kerja dari rumah atau work from home.

Dalam surat tersebut, Kementerian BUMN meminta adanya tracking kondisi karyawan, penanganan karyawan terdampak, pembukaan layanan cabang secara terbatas dan pengaturan jam masuk, hingga pembatasan kapasitas.

Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati mengatakan Pertamina sedang mempersiapkan penyusunan protokol untuk mengantisipasi skenario The New Normal di seluruh lini kegiatan operasional baik di hulu, pengolahan, distribusi hingga pelayanan di SPBU di seluruh Indonesia.

Pada skenario yang akan dimulai pada tanggal 25 Mei 2020 mendatang tersebut, Pertamina menyiapkan protokol yang akan mengatur langkah-langkah dan tahapan yang akan diterapkan Pertamina, diantaranya terkait kewajiban penggunaan masker, sterilisasi lingkungan kerja maupun pemeriksaan kesehatan dan tracking kondisi pekerja.

"Terkait pengaturan kehadiran pekerja di kantor dan di daerah operasi, pengaturan pertemuan  dengan mengoptimalkan penggunaan teknologi dan digitalisasi, maupun pengaturan pelayanan kepada pelanggan dengan physical distancing maupun mendorong penggunaan digital payment melalui aplikasi MyPertamina," ujarnya dalam siaran pers, Senin (18/5/2020).

Sampai saat ini, Pertamina tetap fokus menerapkan protokol yang ketat di seluruh wilayah operasi untuk memastikan kesehatan pekerja dan stakeholder lainnya serta memitigasi agar tidak terjadi penyebaran virus Covid-19 di area operasi Pertamina.

Penerapan protokol tersebut diawasi oleh Satgas Covid-19 Pertamina yang telah terbentuk sejak Maret lalu.

“Sesuai arahan Menteri BUMN, Pertamina akan terus mendukung Iangkah-langkah strategis Pemerintah dalam menanggulangi pandemi virus corona. Kami juga siap melakukan berbagai penyesuaian dari aspek manusia, proses bisnis dan teknologi, untuk memastikan pelayanan BBM dan LPG kepada masyarakat dan menggerakkan roda perekonomian Indonesia,” katanya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia