Masjid Kampus UGM Siarkan Kajian Lewat Youtube saat Ramadan

Ilustrasi. - Ist/Freepik
23 April 2020 01:57 WIB Lajeng Padmaratri News Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Menjelang awal bulan Ramadan, Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) tengah mempersiapkan sejumlah konten ceramah untuk disiarkan lewat media sosial Youtube. Hal ini dilakukan lantaran masjid ini tidak menyelenggarakan kajian secara langsung di masjid selama Ramadan untuk mencegah penularan virus Corona penyebab Covid-19.

Ketua Takmir Masjid Kampus UGM, Mashuri Maschab mengungkapkan pembatasan kegiatan di kampus sejak pertengahan Maret lalu untuk mencegah penularan Covid-19 membuat takmir memutuskan meniadakan salat tarawih berjamaah, buka puasa bersama, maupun kajian langsung di masjid. "Meskipun kami setiap saat bisa melakukan kegiatan Ramadan, tapi kami tidak akan melakukan kegiatan yang bersifat kerumunan di mana orang banyak berkumpul. Seperti tarawih, buber, kajian kita tiadakan," kata Mashuri ketika dihubungi Harian Jogja pada Rabu (22/4).

Kegiatan Ramadan yang akan tetap berlangsung yaitu pendidikan kepada masyarakat dengan ceramah melalui konten Youtube dan pengumpulan zakat, infak, dan sedekah. Takmir juga akan tetap menerima donasi makanan berbuka puasa yang kemudian nantinya akan disalurkan kepada pekerja harian di sekitar masjid yang terdampak pandemi. "Kami tidak lagi distribusikan di masjid karena pasti nanti akan timbul kerumunan dan jadi masalah lain," ungkapnya.

Terkait dengan kajian daring lewat media sosial, beberapa waktu ini takmir masjid telah menyiapkan konten dengan merekam kajian dari berbagai ustad dan tokoh yang telah dijadwalkan. "Tiap hari ada [konten] rencananya. Memang seperti halnya Ramadan biasa itu tidak semuanya diisi ustad atau kyai, tapi ada juga ahli di bidangnya. Biasanya mereka selalu mengaitkan dengan agama sekalipun hanya satu-dua potong ayat," kata dia.

Sementara itu, meski tidak mengadakan jadwal salat berjamaah lima waktu, namun Masjid Kampus UGM tetap bisa digunakan oleh warga masjid maupun kampus yang ingin beribadah. Untuk mencegah penularan, takmir telah mengantisipasi dengan membersihkan lantai masjid dengan disinfektan setiap hari, pengaturan jarak jamaah selebar 1,5 meter, penyediaan sabun pencuci tangan, serta menganjurkan untuk membawa sajadah sendiri. (Lajeng Padmaratri)