34 Desa di Sragen Masuk Zona Rawan Kekeringan, BPBD Siapkan 500 Tangki
Pemkab Sragen menetapkan siaga darurat kekeringan 2026. Sebanyak 34 desa rawan terdampak, BPBD menyiapkan 500 tangki air bersih.
Ibadah haji. /REUTERS-Ammar Awad
Harianjogja.com, JAKARTA--Ibadah haji dalam sejarahnya pernah beberapa kali dihentikan.
Pandemi Corona membuat perhelatan akbar ibadah Haji terancam batal. Pengehentian tersebut membuat calon jamaah haji di Indonesia was-was.
Untuk diketahui, kuota haji Indonesia tahun ini berjumlah 221.000 jamaah. Jumlah ini terdiri atas 203.320 jemaah haji reguler dan 17.680 jemaah haji khusus. Tahun ini, dari 203.320 kuota haji reguler, 1% di antaranya atau 2.040 dikhususkan untuk lansia.
Namun,sejarah mencatat, Arab Saudi pernah menunda Ibadah Haji berkali-kali dengan berbagai alasan, seperti wabah dan konflik perang.
Dikutip dari laman Jam\'iyyah Ahlith Thariqah Al Mu\'tabarah An Nahdliyyah (JATMAN), berikut ini daftar pembatalan ibadah haji sebagaimana melansir dari laman middleeasteye:
Tahun 865: Pembantaian di Bukit Arafah
Pada tahun 865, Ismail bin Yusuf yang dikenal dengan al-Safak berkonflik dengan kekhalifahan Abbasiyah di Baghdad. Ia dan pasukannya melakukan penyerangan ke bukit Arafah. Mereka membantai para peziarah di bukit itu. Oleh karenanya, pelaksanaan ibadah haji dibatalkan pada tahun tersebut.
Tahun 930: Serangan Kelompok Qarmatian
Pada tahun 930, Abu Taher al-Janabi, kepala sekte heterodoks Qarmati yang berbasis di Bahrain melakukan serangan ke Mekkah.
Mereka membunuh sekitar 30.000 jamaah haji di kota suci itu, kemudian membuang mayat-mayat mereka ke sumur. Mereka juga menjarah Masjidil Haram dan mencuri Hajar Aswad dari Kabah dan membawanya ke Bahrain.
Setelah peristiwa ini, ibadah haji ditangguhkan selama 10 tahun sampai Hajar Aswad di kembalikan ke tempatnya semula.
Kelompok orang-orang Qarmati adalah suatu sekte Syiah Ismailiyah yang mempercayai masyarakat egaliter serta menganggap ibadah haji sebagai ritual pagan atau jahiliyah.
Tahun 983: Kekhalifahan Abbasiyah dan Fatimiyah
Masalah politik juga pernah menyebabkan ibadah haji terganggu. Pada tahun 983 terjadi perselisihan politik antara penguasa dua kekhalifahan, Abbasiyah di Irak, dan Suriah serta Fatimiyah di Mesir.
Konflik politik tersebut menghalangi umat Islam untuk beribadah haji ke Mekkah. Selama delapan tahun ibadah haji ditiadakan, dan baru diselenggarakan lagi pada tahun 991.
Tahun 1256 hingga 1260: Perselisihan
Haji dibatalkan karena perselisihan politik selama 5 tahun, dan baru kembali dilaksanakan pada 1260.
Tahun 1831: Wabah
Wabah penyakit menular berasal dari India menghantam Mekkah pada tahun 1831 yang menewaskan tiga perempat jamaah haji di sana.
Tahun 1837-1858: Serangkaian Epidemi
Dalam rentang 20 tahun, ibadah haji ditiadakan selama tiga kali. Pertama, pada tahun 1837-1840, di mana wabah penyakit menghantam Mekkah.
Kemudian kedua, pada tahun 1846-1850, serangan kolera menghantam Mekkah dan menewaskan lebih dari 15.000 orang serta menjangkiti penduduk Tanah Suci tersebut. Wabah tersebut muncul lagi pada tahun 1865 dan 1883.
Ketiga, pada tahun 1858 pandemi kolera global juga menyerang Mekkah, membuat para jamaah haji dari Mesir ramai-ramai dilarikan ke pantai Laut Merah untuk dikarantina.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Pemkab Sragen menetapkan siaga darurat kekeringan 2026. Sebanyak 34 desa rawan terdampak, BPBD menyiapkan 500 tangki air bersih.
Harga mawar di Rawa Belong melonjak hingga Rp170 ribu per ikat akibat kelangkaan stok dan tingginya permintaan musim wisuda.
99 pendonor DIY terima penghargaan usai 75 kali donor darah. Aksi kemanusiaan ini jadi inspirasi di Hari Donor Sedunia
Ramadhipa raih kemenangan perdana Moto3 JuniorGP 2026 di Estoril usai duel sengit hingga lap terakhir.
Kalurahan Bendung, Gunungkidul mewajibkan warga memasang kentongan untuk meningkatkan keamanan lingkungan dan menjaga tradisi..
Konkurs Perkutut Piala Paku Alam X di Bantul diikuti 294 peserta dari berbagai daerah, dorong pelestarian budaya dan pariwisata DIY.