Java Jazz Tetap Digelar di Tengah Wabah Corona, Wishnutama: Indonesia Sangat Layak untuk Musisi

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio memberikan pemaparan saat acara musyawarah nasional PHRI XVII di Karawang, Jawa Barat, Senin (10/2). Pemerintah menyiapkan anggaran senilai lebih dari Rp10 triliun untuk pengembangan lima destinasi super prioritas, yakni Borobudur, Danau Toba, Labuan Bajo, Likupang, dan Mandalika pada 2020. Bisnis - Triawanda Tirta Aditya
27 Februari 2020 09:57 WIB Rezha Hadyan News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2020 tetap digelar di tengah penyebaran virus Corona atau Covid-19. Hal tersebut membuktikan bahwa dunia percaya bahwa Indonesia adalah negara yang aman dari ancaman virus tersebut.

Menteri Pariwisata Wishnutama Kusubandio menyebut penyelenggaraan Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2020 di tengah masifnya penyebaran virus Corona diharapkan makin memperkuat anggapan bahwa Indonesia merupakan negara yang aman dari ancaman virus yang sudah menyebar di 34 negara dan menewaskan lebih dari 2.700 orang itu.

“Ini adalah sesuatu yang sangat membanggakan, apalagi melihat kondisi seperti yang tidak mudah seperti yang diketahui oleh teman-teman semua. Ini membuktikan bahwa Indonesia masih sangat layak, sangat diminati oleh pengunjung, khususnya musisi. Kami harapkan penontonnya banyak dari luar [negeri],” katanya.

Pria yang sebelumnya dikenal sebagai praktisi media itu juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Java Festival Production selaku penyelenggara Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2020. Menurutnya, tidak mudah mempertahankan penyelenggaraan acara bertaraf internasional di tengah masifnya penyebaran virus Corona.

Senada, mantan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf mengatakan penyelenggaraan Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2020 merupakan bukti bahwa Indonesia bebas dari ancaman virus mematikan yang berasal dari Wuhan, China itu. Dia meminta agar seluruh pihak di Tanah Air bisa memberikan dukungan kepada gelaran yang diinisiasi oleh pengusaha Peter F. Gontha itu.

Ayah dari penyanyi Sherina Munaf itu menyebut dirinya sempat menduga banyak musisi dari luar negeri yang membatalkan penampilannya di Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2020. Namun, dugaan tersebut ternyata salah besar.

“Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2020 bisa tetap menarik musisi dunia untuk tetap datang ke Indonesia yang sebelumnya diperkirakan akan membatalkan [penampilannya],” katanya.

Jakarta International BNI Java Jazz Festival bakal digelar selama tiga hari pada 28 Februari-1 Maret 2020 di JIExpo Kemayoran Jakarta.

Nama-nama seperti Harvey Mason "Chameleon", Phil Perry, T-SQUARE, hingga penyanyi yang digemari generasi muda dan sedang naik daun seperti Omar Apollo, Kiana Lede, RINI, Bruno Major, dan The Free Nationals. Kemudian, ada pula grup musik legendaris The Jacksons yang ikut memeriahkan Jakarta International BNI Java Jazz Festival tahun ini.

Tiket Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2020 saat ini masih tersedia dan dapat dibeli melalui situs resmi www.javajazzfestival.com atau ticket box yang ada di lokasi penyelenggaraan dengan perincian harga:

- 3 Day Pass: Rp1,87 juta

- Daily Pass: Rp775.000

- Special Show The Jacksons: Rp375.000

- Special Show Omar Apollo: Rp250.000

Sumber : Bisnis.com