Pramono Klarifikasi Pernyataan Kediri Angker bagi Presiden

Presiden Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Seskab Pramono Anung (kedua kanan) - Antara/Wahyu Putro A
17 Februari 2020 23:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengklarifikasi pernyataannya yang mengatakan Kediri adalah wilayah wingit atau angker bagi seorang presiden, termasuk Joko Widodo.

"Kalau Bapak Presiden, saya sebagai pembantu Presiden tentunya akan menyampaikan kepada beliau untuk tidak datang. Ini kata-kata ini, untuk tidak datang, ya, karena beliau tidak diundang. Mana mau datang? Kemudian waktu di-framing beritanya Jokowi takut ke Kediri, kan kita tahu bahwa Presiden kita ini tidak takut ke mana-mana," kata Pramono di lingkungan Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin (17/2/2020).

Pramono saat meresmikan rusunawa di Ponpes Lirboyo Kediri, Sabtu (15/2/2020), mengatakan presiden keempat RI K.H. Abdurrahman Wahid yang sempat berkunjung ke Kediri. Namun, setelah itu ada tragedi pelengseran Gus Dur sebagai Presiden RI.

"Jadi, dalam sambutan kiai pengasuh ponpes K.H. Kafabihi Mahrus, beliau yang menyampaikan bahwa di Kediri itu ada mitos kalau presiden, wakil presiden, para penggede, pejabat ke Kediri itu biasanya mengalami nasib yang kurang baik," katanya.

"Akan tetapi," lanjut Pramono, "beliau juga menyampaikan bahwa ada antinya, ada penangkalnya, yaitu kalau mau berkunjung ke tempat Mbah Wasil, beliau adalah kiai makam Syekh Al-Wasil Syamsudin karena oleh beliau, ini beliau ya bukan saya, sebelum adanya wali. Lalu saya memberikan sambutan, macam-macam," kata Pramono menjelaskan.

Menurut Pramono, sambutannya itu mendapat sambutan meriah.

"Saya lahir dan besar di Kediri sehingga saya tahu persis bahwa mitos itu memang ada karena yang diundang dalam acara reuni akbar dan muktamar itu Pak Wapres (Ma'ruf Amin), sambil bercanda saya bilang kalau Pak Wapres monggo saja mau datang karena diundang dan beliau kiai, beliau tahu penawarnya. Semua orang juga ketawa, ngakak," ungkap Pramono.

Menurut Pramono, Presiden Jokowi tidak takut pergi ke mana pun, bahkan ke Afghanistan yang masih dalam kondisi berperang.

"Apalagi hanya ke Kediri. Saya melihat berita sudah melenceng jauh dari substansi awal. Saya hanya merespons itu dan beliau secara terbuka mengundang Pak Wapres untuk hadir. Saya sambil bercanda, kalau Pak Wapres diundang kan ada mitos tadi, enggak apa-apa karena beliau tahu penangkalnya karena beliau juga salah satu tokoh NU dan ziarah ke makam itu hal biasa," kata Pramono menambahkan.

Namun, Pramono mengatakan bahwa hingga saat ini Presiden Jokowi memang belum pernah diundang ke Kediri.

"Sampai hari ini Pak Jokowi tidak pernah diundang ke Kediri, jadi tergantung undangannya saja," kata Pramono.

Ia pun menegaskan tidak pernah melarang Presiden Jokowi pergi ke Kediri.

"Enggaklah, mana ada. Pak Jokowi itu Presiden RI, saya terus terang kaget jadinya liar banget. Ini bercanda dan menyampaikan Pak Jokowi tidak diundang, dan semua orang GR, ketawa," kata Pramono.

Sumber : Antara