Begini Rahasia Walikota Risma agar Warganya Nurut

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat ditemui di Soehana Hall The Energy Building, Jakarta, Rabu (31/7/2019). - Antara
18 Januari 2020 11:07 WIB Desyinta Nuraini News Share :

Harianjogja.com, JAKARTAWalikota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan menjaga kepercayaan warga menjadi salah satu hal penting baginya. Jika sudah percaya, kebijakan apapun yang dibuatnya akan dituruti.

Hal ini diungkapkan Risma saat menjadi pembicara dalam acara Indonesia Millenial Summit (IMS) di Gedung Tribrata, Jakarta, Jumat (17/1/2020).

"Kalau sebagai pemerintah itu memberi ke masyarakat. Saya harus pastikan bukan hanya orang miskin, saya pastikan cek misalkan mal, pertokoan nggak boleh banjir. Kenapa? Kalau dia sudah kita beri pasti dia dengan sukarela dia memberi," ujarnya.

Risma mencontohkan ketika dia melarang penggunaan plastik sekali pakai, warga Surabaya mengamininya. "Waktu kemarin saya bilang jangan pakai plastik lah pakai daun, semua pakai daun. Nggak boleh cuci hewan di sungai, nggak ada yang berani," sebutnya.

Adapun saat ini upaya mengurangi sampah plastik juga dilakukan DKI Jakarta melalui Pergub No.142/2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan Pada Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan, dan Pasar Rakyat yang diteken Anies Baswedan pada 27 Desember 2019 dan diundangkan pada 31 Desember 2019. Regulasi ini berlaku pada Juli 2020.

Tak hanya soal penggunaan plastik sekali pakai, ketika Risma melarang adanya pengamen berkeliaran di Surabaya pun dituruti. Pengamen katanya hanya boleh mengamen di taman. "Saya suruh main di taman, saya bayar dia. Dia nggak boleh minta, taruh kaleng buat orang kasih tapi nggak boleh jalan-jalan," katanya.

Lebih lanjut Risma mengatakan apabila pemerintah tahu akan kewajibannya seperti menangani banjir, lampu jalan tak ada yang mati, sekolah gratis, kesehatan gratis, anak yatim dan miskin rutin dapat makanan, pasti warga akan menaruh kepercayaannya kepada pemerintah. "Kita harus buktikan kita bisa menjaga kepercayaan mereka. Apapun kesulitannya," tegasnya.

Risma menyebut warga Surabaya pun mempunyai layanan pengaduan warga yakni command center 112. Melalui layanan ini, pengaduan masyarakan sekecil apapun seperti mengambil kucing di atas atap akan ditangani dengan cepat. Dalam waktu tujuh menit, petugas harus sudah sampai ke lokasi setelah menerima aduan.

Sumber : bisnis.com