Gletser Selandia Baru Jadi Kecoklatan karena Kebakaran di Australia

Foto satelit di atas Selandia Baru - Twitter @MetService
02 Januari 2020 22:47 WIB Ropesta Sitorus News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Gletser di Selandia Baru yang biasanya berwarna putih berubah kecoklatan akibat kabut asap dari kebakaran semak-semak di Australia yang terpaut ribuan kilometer.

Hal itu terungkap dari postringan di media sosial pada Kamis (2/1/2020) seperti yang ditutip dari AFP. Asap berbau tajam pertama kali muncul di negara itu pada Rabu (1/1/2020) pagi, ketika di beberapa daerah matahari tampak jadi berwarna merah atau emas, dipengaruhi ketebalan kabut.

“Asap yang telah menempuh jarak 2.000 km melintasi Laut Tasman jelas terlihat,” demikian ditulis badan meteorology New Zealand (MetService) di akun Twitternya.

Di daerah-daerah yang terkena dampak terburuk, tingkat visibilitas juga ikut menurun akibat kabut asap menjadi serendah 10 km.

Seorang pengguna Twitter bernama Miss Roho menuliskan di akunnya, “Kami benar-benar bisa mencium bau terbakar di sini di Christchurch."

Wanita lain, Rachel, memposting foto Gletser Franz Josef - lebih dari 2.000 km jauhnya dari Austrlia- yang biasanya berwarna putih kini berganti jadi rona kecokelatan.

“Di dekat gletser Franz Josef. Salju yang 'karamel' disebabkan oleh debu dari kebakaran semak-semak. Itu kemarin putih," katanya dalam sebuah posting pada hari Rabu.

Sementara itu, seorang comedian, Jemaine Clement, memposting foto bola emas. "Sepanjang perjalanan di NZ, asap dari kebakaran semak-semak Australia memberi kita matahari yang aneh ini,” katanya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia