Prediksi Rupiah 6 Juli 2026 Menguat ke Level Rp17.910 per Dolar AS
Prediksi rupiah 6 Juli 2026 menguat ke kisaran Rp17.910 per dolar AS. Simak sentimen global dan domestik yang memengaruhi pergerakannya.
Ilustrasi. /Bisnis-Paulus Tandi Bone
Harianjogja.com, JAKARTA-Warga pulau Jawa paling banyak menikmati KPR bersubsidi.
Pemerintah menyebut ada tiga skema penyaluran subsidi Kredit Perumahan Rakyat (KPR) pembiayaan pembangunan rumah, di antaranya Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Selisih Bunga (SSB) dan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM).
Namun, Data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat jumlah unit yang terbangun, dari tiga skema tersebut, sejak tahun 2015 - 30 Oktober 2019, mayoritas unit rumah subsidi terbangun di Jawa. Walaupun penyaluran memang tersebar di berbagai provinsi.
Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR Eko Djoeli Heripoerwanto mengatakan, penyebaran rumah bersubsidi tersebut punya spesifikasi sesuai ketentuan. Maka itu, perbedaan lokasi penyaluran tidak lantas membuat perbedaan spesifikasi bangunan.
"Jadi ketentuannya apabila rumah maksimum 36 meter persegi, kalau luas tanah maksimum 200 meter persegi," ujar dia di kantor Kementerian PUPR, Kamis (19/12/2019).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Prediksi rupiah 6 Juli 2026 menguat ke kisaran Rp17.910 per dolar AS. Simak sentimen global dan domestik yang memengaruhi pergerakannya.
Residivis berusia 65 tahun ditangkap setelah mencuri belasan sepeda di Sleman dan Bantul. Polisi menyita 14 sepeda serta menangkap penadah.
Rieke Diah Pitaloka mengusulkan tiga langkah memperkuat penerapan Pasal 3 UU Tipikor demi kepastian hukum, keadilan, dan kepercayaan publik.
PN Jakarta Selatan mengabulkan sebagian praperadilan Roy Suryo dan menyatakan penggeledahan, penangkapan, serta penahanannya tidak sah.
Banggar DPR memproyeksikan defisit APBN 2026 melebar menjadi Rp734,3 triliun atau 2,85% dari PDB, lebih tinggi dari target APBN.
Sepekan TPA Banyuroto menolak sampah organik, DLH Kulonprogo masih menemukan warga yang belum memilah sampah dan membuangnya ke depo pasar.