Guru Besar Kritik Jokowi, Luhut: Jangan Sok Moralis
Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan angkat bicara soal seruan moral yang disampaikan oleh guru besar dan civitas academica.
Ciputra, Pendiri Ciputra Group menyampaikan sambutan pada acara Artpreneur Talk 2018 yang mengangkat tema Converting Millenial Into Brand Lovers di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Rabu (14/2)./JIBI-Dedi Gunawan
Harianjogja.com, JAKARTA — Ir. Ciputra yang merupakan pendiri dan pemimpin Ciputra Group meninggal dunia dini hari tadi di Singapura pada usia 88 tahun.
Berdasarkan catatan Bisnis.com, jaringan Harianjogja.com Pak Ci, begitu biasa disapa, terakhir muncul di publik saat meninggalnya Presiden ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie, Kamis (12/9/2019). Dia memberikan penghormatan terakhir di kawasan Patra Kuningan, Jakarta Selatan.
Pria kelahiran Parigi, Sulawesi Utara, ini hadir di rumah duka ditemani anak perempuannya Rina Ciputra Sastrawinata. “Terlalu sedih buat saya, dia orang berarti dalam segala hal, bagi negara dan sebagainya,” ungkap Ciputra, kala itu.
Ciputra mengungkapkan kesedihan dengan menyebut Habibie meninggal terlalu cepat. “Terlalu cepat ia pergi, kita butuh orang macam dia,” tambah Ciputra.
Ciputra menyebutkan bahwa semua rakyat Indonesia merasakan duka cita. Dia pun mendoakan agar semua amal ibadah Habibie diterima Allah.
“Dia besar dalam segala hal, saya kira cukup itu saja,” ungkapnya sembari meninggalkan rumah duka.
Dua bulan setelah Habibie meninggal, Ciputra kemudian menyusul berpulang. Berdasarkan informasi yang diterima, Chairman dan pendiri Ciputra Group itu meninggal pukul 01.05 waktu Singapura.
"Telah meninggal dunia dengan tenang, Bapak Ir Ciputra, Chairman dan Founder Ciputra Group di Singapore pada tgl 27 November 2019 pk 1:05 waktu Singapore," demikian pesan yang diterima Bisnis dari manajemen Ciputra Group.
"Kami keluarga besar Ciputra Group mengucapkan turut berduka yang mendalam dan mendoakan semoga Keluarga yg ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi kedukaan ini."
Menurut rencana Pak Ci, begitu biasa disapa, akan dimakamkan di Tanah Air. Adapun jadwal pemakaman akan diberitahukan lebih lanjut setelah jenasah tiba di Jakarta.
"Kami keluarga besar Ciputra Group mengucapkan turut berduka yang mendalam dan mendoakan semoga Keluarga yg ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi kedukaan ini."
Pak Ci lahir di Parigi, Sulawesi Tengah, 24 Agustus 1931. Dia adalah seorang insinyur dan pengusaha properti di Indonesia.
Dia terkenal sebagai pengusaha properti yang sukses dengan kelompok usaha antara lain pada Jaya Group, Metropolitan Group, dan Ciputra Group. Selain itu, dia sebagai pendiri dan pencetus Taman Impian Jaya Ancol, Bumi Serpong Damai, Pondok Indah, dan Bintaro.
Pak Ci juga dikenal sebagai seorang filantropis, dan berkiprah di bidang pendidikan dengan mengembangkan sekolah dan Universitas Ciputra, pendiri Universitas Pembangunan Jaya dan penggerak Universitas Tarumanegara. RIP
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan angkat bicara soal seruan moral yang disampaikan oleh guru besar dan civitas academica.
Janice Tjen hadapi Caijsa Wilda Hennemann di babak pertama WTA 250 Rabat 2026 dengan status unggulan pertama turnamen.
Pemuda 20 tahun ditangkap di Palagan Sleman setelah kedapatan membawa celurit saat dini hari dalam kondisi diduga mabuk.
Pemkot dan DPRD Kota Jogja mengalihkan kunjungan kerja ke kampung wisata untuk mendongkrak UMKM dan promosi pariwisata.
Samsung luncurkan HP refurbished Certified Re-Newed di India, Galaxy S25 Ultra bisa lebih murah hingga selisih jutaan rupiah.
Warga Sitimulyo Bantul datangi rumah lurah usai ucapan dinilai menyinggung dukuh saat kerja bakti pohon jati.