Karyawan Krakatau Steel Jadi Terduga Teroris, Menteri BUMN Buka Suara

Menteri BUMN Erick Thohir di halaman Istana Negara, Jakarta, Kamis (24/10/2019). - Antara
15 November 2019 14:57 WIB Annisa Sulistyo Rini News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Satu dari empat orang terduga teroris di wilayah Banten merupakan karyawan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Keempatnya diamankan tim Densus 88 Antiteror pada Rabu (13/11/2019).

Terkait hal tersebut, Menteri BUMN Erick Thohir buka suara. Dia menegaskan jika secara hukum, yang bersangkutan terbukti bagian dari aksi teror, maka serta merta bukan lagi menjadi bagian dari Kementerian BUMN.

"Hal ini sesuai dengan hukum yang berlaku di negara ini," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (15/11/2019).

Dia menyatakan terorisme adalah tindak kejahatan yang bisa menimbulkan ketakutan masif, menimbulkan korban, merusak objek vital yang strategis, juga mengancam keamanan negara. "Saya rasa tidak ada satu orangpun yang mendukung aksi teror," kata Erick.

Dia pun mendukung kerja polisi dan semua aparat guna memerangi terorisme di manapun itu, bukan hanya di lingkungan BUMN tetapi di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Corporate Secretary Krakatau Steel Pria Utama melalui pernyataan resmi menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang diperoleh, salah satu terduga teroris adalah karyawan level staf setingkat supervisor perseroan dan bukan merupakan petinggi atau level manajemen.

"Manajemen Krakatau Steel mendukung langkah-langkah yang dilakukan oleh aparatur hukum dalam rangka memerangi terorisme di Indonesia," ujarnya.

Atas berita penangkapan tersebut, segenap Manajemen Krakatau Steel menyatakan tetap menghormati dan menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum yang berlaku.

Sumber : Bisnis.com