Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Djaduk Ferianto (kanan) memeluk kakaknya Butet Kartaredjasa (kiri)./Instagram
Harianjogja.com, JOGJA - Seniman musik, Djaduk Ferianto, tutup usia pada Rabu (13/11/2019) pukul 02.30 WIB. Kabar duka tersebut disampaikan sang kakak, Butet Kartaredjasa melalui akun Instagramnya @masbutet.
Kabar duka tersebut sontak menjadi perhatian warganet pemilik akun Instagram. Ribuan akun langsung membajiri ucapan duka untuk sang maestro musik keroncong kontemporer tersebut.
"sugeng kondur marang Gusti...mas Djaduk..." tulis @kissworo
"Nderek belasungkawa," tulis @rudi_photography
"Rinengkuh Ing Pangeran," kata @atenx83
Bahkan kalangan artis juga berduka atas berpulangnya penggagas gelaran musik jazz, Ngayogjazz tersebut.
"Innalilahi wainnaillaihi rojiun .. Rest in love and peace mas Djaduk .. turut berduka cita sdlm2nya mas Butet," tulis Wulan Guritno melalui akun Instagramnya @wulanguritno
Ada pula Ringgo Agus Rahman melalui @ringgoagus. "Turut berduka dan berbelasungkawa mas..," tulisnya.
Djaduk lahir pada 19 Juli 1964. Ia merupakan putra bungsu seniman tari legendaris Bagong Kussudiardjo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Pemda DIY siapkan satgas khusus atasi kejahatan jalanan. Libatkan polisi, TNI, BIN hingga BNN.
Kebakaran berulang terjadi di rumah pemotongan ayam di wilayah Mriyan, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, dalam dua hari terakhir.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2. Dirut Ginda Ferachtriawan minta maaf dan siapkan restrukturisasi besar demi kebangkitan tim.
76 Indonesian Downhill 2026 di Bantul berlangsung ekstrem. Andy juara tipis, kelas junior justru catat waktu tercepat.
Warga Boyolali menemukan batu diduga stupa dan prasada. Diduga peninggalan Mataram Kuno abad 8-9, kini diteliti Disdikbud.