Indonesia Dorong Perempuan Ikut Tangani Kekerasan Seksual

Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus Sabtu, 09 November 2019 04:37 WIB
Indonesia Dorong Perempuan Ikut Tangani Kekerasan Seksual

Sejumlah Polisi Wanita (Polwan) bersiap mengikuti upacara peringatan HUT Ke-70 Polwan di Monas, Jakarta, Senin (3/9/2018)./ANTARA-Aprillio Akbar

Harianjogja.com, BANDUNG – Indonesia melalui Dewan Keamanan PBB, mendorong peningkatan representasi perempuan dalam UN Police (UNPOL) untuk menjaga keamanan dan menangani masalah kekerasaan seksual.

“Keberadaan polisi perempuan akan meningkatkan kinerja misi, termasuk dalam perlindungan masyarakat sipil dan penanganan kekerasan seksual”, ujar Deputi Wakil Tetap Indonesia di PBB Dubes Muhsin Syihab dalam siaran pers Kemenlu RI, Jumat (8/11/2019).

Selain itu, dia menuturkan UNPOL harus aktif dalam melakukan community engagement dan mendukung penguatan kapasitas polisi lokal di Misi Pemeliharaan Perdamaian (MPP).

Menurutnya, community engagagement sangat krusial untuk membangun kepercayaan dari masyarakat.

Indonesia berpartisipasi dalam briefing DK PBB mengenai UN Police (UNPOL) yang diadakan di markas besar PBB di New York, Amerika Serikat (06/11/2019).

Pertemuan membahas membahas berbagai tantangan dan upaya perkuat peran komponen polisi dalam Misi Pemeliharaan Perdamaian (MPP) PBB di berbagai lokasi.

Hingga saat ini, Indonesia telah berkontribusi sebagai kontributor police peacekeeping sejak tahun 1989. Sebanyak 326 personil polisi Indonesia, termasuk 42 polisi perempuan, yang bertugas di enam misi pemeliharaan perdamaian PBB yaitu UNAMID, MINUSCA, MINUSCO, MINUSMA, UNMISS, and UNMHA.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : bisnis.com

Share

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online