Ini Alasan Presiden Jokowi Pilih Nadiem Makarim Jadi Mendikbud

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Pendidikan Tinggi Nadiem Makarim. - JIBI/Bisnis Indonesia/Ria Theresia Situmorang
24 Oktober 2019 22:07 WIB Amanda Kusumawardhani News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo memilih Nadiem Makarim, mantan CEO Gojek, sebagai Menteri Pendidikan Kebudayaan dan Pendidikan Tinggi (Mendikbud-Dikti) didasari keinginannya mengembangkan sumber daya manusia di Indonesia.

Dalam bincang-bincang informal bersama para media Istana, Presiden Jokowi membeberkan sejumlah alasan di balik ditunjuknya Nadiem.

"Kita diberi peluang dengan ada yang namanya teknologi, aplikasi sistem, yang bisa mempermudah dan batu loncatan-loncatan yang dulu dirasa tidak mungkin, sekarang menjadi mungkin. Sebab itu kenapa dipilih Mas Nadiem," katanya di Istana Merdeka, Kamis (24/10/2019).

Jokowi pun bercerita bahwa pemilihan Nadiem diharapkan dapat menjadi momentum untuk melakukan lompatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Apalagi, pengembangan SDM menjadi fokus utama program kerja pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Menurutnya, kehadiran Gojek sebagai inovasi baru di bidang teknologi dan transportasi itu berhasil mendisrupsi gaya bisnis hingga gaya konsumen.

Di era yang penuh ketidakpastian ini, dia mengungkapkan pemerintah terbukti terlambat dalam merespons kecepatan teknologi karena perkembangan teknologi itu sulit dihitung dan penuh risiko.

"Sehingga perlu menyongsong masa depan, perlu sebuah penguasaan data. Yang memiliki pengalaman bagaimana mengelola sebuah data, sehingga bisa prediksi masa depan seperti apa. Big data ini penting untuk masa depan. Ini kenapa pilih Nadiem," katanya.

Nadiem sendiri merupakan menteri paling muda di jajaran Kabinet Maju Jokowi-Ma'ruf Amin. Usia muda tak berarti kalah rekam jejak. Mengawali Gojek pada tahun 2010, Nadiem terpilih sebagai salah satu dari 50 tokoh yang mendefinisikan bisnis global pada tahun 2018 oleh Bloomberg Businessweek.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia