Kadin DKI Sebut Omzet Pusat Perbelanjaan Turun 40% Gara-Gara Demo

Ilustrasi
01 Oktober 2019 20:17 WIB Feni Freycinetia Fitriani News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Ketua Kamar Dagang Indonesia Provinsi DKI Jakarta Diana Dewi menyayangkan aksi demo mahasiswa dan siswa Sekolah Teknik Menengah (STM) yang terjadi di ibu kota dalam sepekan terakhir.

Menurutnya, demonstrasi yang berakhir ricuh merugikan pelaku usaha, baik dari sisi moril maupun materil.

"Satu minggu ini, kami banyak mendapat keluhan dari pelaku usaha, khususnya pusat perbelanjaan. Bahkan, ada anggota yang omzetnya turun hampir 40%," ujarnya saat dihubungi Bisnis, Selasa (1/10/2019).

Dia menuturkan penurunan omzet terjadi seiring dengan sepinya penunjung mall atau pusat perbelanjaan yang ada di sekitar gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat.

Sebagian besar konsumen, lanjutnya, memilih untuk tak pergi ke luar rumah saat demo mahasiswa berlangsung sejak 23, 24, dan 30 September.

Meski awalnya berjalan normal dan kondusif, aksi demo mahasiswa yang menolak Revisi KUHP dan Revisi UU KPK mulai memanas jelang sore hari.

Polisi pun bertindak represif dengan menembakkan gas air mata ke semua pihak, mulai dari demonstran, keramaian warga, hingga tim medis.

Bukan itu saja, kericuhan juga merembet hingga ke kawasan bisnis yang berada di sekitar gedung DPR/MPR, misalnya Senayan, Palmerah, Pejompongan, hingga Jalan Sudirman-Thamrin.

"Kami berharap aksi demo jangan terjadi lagi. Pelaku usaha hanya ingin menjalankan bisnis dalam situasi yang kondusif," ungkapnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia