Advertisement
Penanganan Mahasiswa: Polda Metro dan Pengacara Ananda Badudu Saling Bantah
Ananda Badudu - Instagram Ananda Badudu
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Polda Metro Jaya membantah pernyataan Ananda Badudu yang menyebut masih terdapat sejumlah mahasiswa yang ditahan tanpa pendampingan dan diperlakukan tidak etis. Bantahan Polda kemudian disangkal oleh Algiffar Aqsa, pengacara Ananda Badudu.
Kanit 4 Subdit 3 Resmob Direskrimum Polda Metro Jaya AKP Rovan Richard Mahenu menuding pernyataan Ananda salah dan tidak berdasar. Rovan menyebut aparat sudah memulangkan para mahasiswa yang diamankan.
Advertisement
"Dipulangkan ke keluarga masing-masing dan dilakukan pembinaan," kata Rovan di Polda Metro Jaya, Jumat (27/9/2019).
Rovan mengatakan saat Ananda di Resmob Polda Metro, hanya tersisa dua mahasiswa yaitu mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Ahmad Nabil Bintang dan Latief dari Universitas Padjajaran.
Pagi tadi seusai dimintai keterangan oleh polisi, Ananda Badudu sempat mengatakan beberapa mahasiswa yang diproses tanpa pendampingan dan diproses dengan cara tidak etis.
"Saya salah satu orang yang beruntung punya privilege untuk bisa segera dibebaskan. Tapi di dalam saya lihat banyak sekali mahasiswa yang diproses tanpa pendampingan, diproses dengan cara-cara tidak etis. Mereka butuh pertolongan lebih dari saya," kata Ananda di Polda Metro Jaya, Jumat (27/9/2019).
Namun pernyataan ini dibantah Polda Metro. Dalam keterangannya, Rovan membawa dua orang mahasiswa yang akan dikembalikan kepada keluarga yaitu Latief dan Nabil. Dia juga menunjukkan bukti surat pendampingan hukum.
"Kami bicara berdasarkan bukti bahwa mahasiswa ada pedampingan. Ini suratnya yang kami siapkan untuk semua mahasiswa terperiksa yang ada di PMJ," kata Rovan.
Namun respons Polda Metro Jaya dibantah kembali oleh Algiffar Aqsa, pengacara Ananda Badudu. Menurut Algiffar pernyataan Ananda pagi tadi sesuai dengan temuan pihaknya.
"Temuan kami juga demikian. Seperti yang disampaikan Ananda. Kami akan konferensi pers soal ini segera," tegasnya.
Ananda Badudu berstatus sebagai saksi kasus aliran dana demonstrasi yang diperolehnya melalui layanan crowdfunding Kitabisa.com. Dana yang diperoleh diperuntukan bagi logistik mahasiswa dan layanan medis selama aksi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- 6.308 WNI Terjerat Scam di Kamboja, Ribuan Dipulangkan
- Trump Ingin Konflik Iran Cepat Usai, Tekanan Justru Meningkat
- Pelecehan Berlangsung 8 Tahun, DPR Kejar Keadilan Korban Syekh AM
- Sebelum ke Beijing, Trump Kejar Gencatan Senjata dengan Iran
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
Advertisement
Jelang Lawan Kendal, PSS Sleman Asah Bola Mati dan Crossing
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Terminal Giwangan Diserbu Pemudik, Bus Gratis Jadi Favorit
- Salah Pergi, Liverpool Incar Winger Muda Juventus
- Jadwal Lengkap KA Bandara YIA Jumat 27 Maret 2026 dari Tugu ke Bandara
- Jadwal Lengkap Bus DAMRI Sleman ke YIA Rute Jam dan Tarif, Maret 2026
- Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Pagi hingga Sore Jumat 27 Maret 2026
- Ini Jam Lengkap Prameks Kutoarjo-Jogja Jumat 27 Maret 2026
- Ratusan Ribu Pemudik Belum Pulang GT Purwomartani Siap-siap Ramai Lagi
Advertisement
Advertisement







