Berbeda dengan di Instagram, Polda Metro Sebut Tak Ada Mobil Ambulans Bawa Batu Saat Kerusuhan Pelajar

Pihak Polda Metro Jaya, PMI dan Dinas Kesehatan usai klarifikasi soal dugaan mobil ambulans pembawa batu dan bensin ketika terjadi kerusuhan. - Bisnis/Rayful Mudassir
26 September 2019 17:22 WIB Rayful Mudassir News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Polda Metro Jaya mengklarifikasi tudingan mobil ambulans yang membawa batu dan sejumlah peralatan lainnya saat unjuk rasa ribuan pelajar di Jakarta kemarin.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menjelaskan polisi sebelumnya telah mengamankan enam unit ambulans, lima berasal dari PMI dan sisanya milik Dinas Kesehatan DKI.

Menurut Argo, batu yang ditemukan aparat Brimob di dalam mobil merupakan milik perusuh yang sempat berusaha berlindung di dalam ambulans. Aparat sempat menduga mobil kesehatan turut membawa logistik batu dan bensin.

"Dia [perusuh] itu mencari perlindungan masuk ke mobil PMI membawa batu dan ada kembang api juga. Jadi dia masuk ke mobil, dia bawa dusnya [berisi batu dan bensin]. Jadi anggapan dari Brimob ini diduga mobil ini digunakan untuk perusuh, tapi bukan," kata Argo saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Kamis (26/9/2019) siang.

Argo menyebutkan ke depan polisi dan Dinas Kesehatan maupun PMI akan melakukan peningkatan koordinasi untuk menghindari kejadian di luar dugaan.

Polisi juga akan menyerahkan kembali mobil PMI dan Dinas Kesehatan DKI yang sempat ditahan. Penyerahan ini juga turut berlangsung disertai dengan pemulangan seluruh perangkat dan seluruh kru Dinas Kesehatan dan PMI.

"Tapi nanti kalau mau dimintai keterangan sebagai saksi, sudah siap. Jangan sampai diviralkan yang tidak pas, kabar miring, kita dipecah. Kita tetap satu, bergandengan tangan," terang Argo.

Kendati demikian, akun instagram resmi TMC Polda Metro Jaya belum menghapus video terkait dugaan mobil PMI membawa batu dan bensin yang diduga diberikan untuk logistik perusuh.

Video itu menampilkan mobil ambulans bernomol polisi wilayah Jakarta. Perekam video menyebut beberapa kali bahwa ambulans yang sedang direkam merupakan penyuplai. Namun tidak disebutkan penyuplai apa.

Adapun dalam keterangan unggahan dijelaskan lima unit ambulan milik Pemprov DKI mengangkut batu dan bensin yang diduga untuk pembuatan molotov. Mobil tersebut ditahan di dekat pintu Tol Pejompongan, Jalan gatot Subroto, Jakarta.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia