Advertisement
Lahan 436 Hektare yang Terbakar di Merbabu Sudah Padam
Ilustrasi - Antara/Ahmad Rizki Prabu
Advertisement
Harianjohja.com, SEMARANG—Kebakaran yang melanda 436 hektare (ha) lahan Taman Nasional Gunung Merbabu sudah dipadamkan. Namun, gunung tersebut masih ditutup untuk aktivitas pendakian.
Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) Junita Parjanti mengatakan, dari pantauan Stasiun Lapan menunjukkan sudah tidak ada lagi titik api di Gunung Merbabu. Meski begitu, pihaknya akan terus memastikan agar tidak ada sisa api yang dapat menimbulkan kebakaran lain.
“Alhamdulillah sudah padam, dari pandangan mata dan juga Stasiun Lapan menerangkan sudah tidak ada lagi titik api di Merbabu. Namun kami masih terus menerjunkan tim untuk memastikan agar tidak ada sisa api tersisa yang kemungkinan dapat membesar,” paparnya dalam siaran resmi, Minggu (15/9/2019).
Sampai saat ini lanjut dia, sudah ada 436 hektare (ha) lahan Taman Nasional Gunung Merbabu yang terbakar. Lokasi kebakaran terjadi di Boyolali, Magelang dan Kabupaten Semarang.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran itu menyebabkan keanekaragaman hayati di kawasan tersebut menjadi rusak.
"Selain itu, sumber mata air yang selama ini dimanfaatkan oleh warga beberapa juga terganggu akibat kebakaran ini," imbuhnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengapresiasi usaha dari sejumlah pihak termasuk para relawan untuk memadamkan kebakaran Merbabu. Meski begitu, dia tetap meminta relawan siaga karena musim kemarau masih panjang.
"Dari laporan tadi, sudah tidak ada lagi titik api. Alhamdulillah sudah diatasi. Namun saya minta semua tim tetap standby untuk menghindari adanya titik api lagi," katanya.
Meski sudah padam, Ganjar mengatakan bahwa pendakian di puncak Gunung Merbabu tetap akan ditutup sampai musim penghujan tiba. Selain itu, masyarakat yang ada di sekitar Taman Nasional Gunung Merbabu juga dilarang untuk naik ke puncak terlebih dahulu.
"Masyarakat desa terakhir itu biasanya ke puncak untuk mencari rumput. Saya minta untuk tidak naik dulu, silahkan cari rumput di tempat lain atau akan kami carikan cara agar ternaknya mendapat pakan dengan bekerjasama Dinas Peternakan," terangnya.
Ganjar juga menyoroti bagaimana proses pemadaman api di Gunung Merbabu yang manual. Para relawan selama ini memadamkan api dengan ranting pohon, cangkul, sabit, dan alat tradisional lainnya.
"Bagaimana caranya melakukan pemadaman yang lebih efektif. Selain menggunakan water bombing, sebenarnya ke depan tidak menutup kemungkinan penggunaan robot atau teknlogi lain untuk memadamkan api. Kami akan kerjasama dengan perguruan tinggi untuk mencari teknologi tersebut," imbuhnya.
Advertisement
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Tabrakan Maut Lawan Truk Hino di Jalur Jogja-Wonosari, Pemotor Tewas
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- Pos Damkar Prambanan Belum Beroperasi, Terkendala Personel
- Elkan Baggott Starter! Ini Susunan Pemain Indonesia vs Saint Kitts
- Kasus Nuthuk di Pantai Bantul Disorot DPRD
- Penjualan Jatuh 96 Persen, Skoda Angkat Kaki dari China
- Akun WhatsApp Aman! Aktifkan 4 Fitur Ini Sekarang
- 18 SMP di Bantul Ajukan Revitalisasi, Tunggu Persetujuan Pusat
- PM Thailand Tinggalkan Rolls-Royce, Pilih Mobil Listrik China
Advertisement
Advertisement







