PPPA Daarul Qur’an Melangkah Bersama Para Penjaga Negeri

PPPA Daarul Quran - Ist
29 Agustus 2019 22:07 WIB MediaDigital News Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Jalan penghafal Alquran tidak melulu riuh ramai. Sebelum 2008, para penghafal Alquran benar-benar dalam lingkungan yang sunyi, publik seperti belum akrab dengan diksi “Penghafal Alquran” atau “Tahfidzul Qur’an”. Hingga pada 2009, Indonesia Menghafal Al-Qur’an (IMQ) oleh PPPA Daarul Qur’an menjadi momentum penting menggerakkan puluhan ribu Penghafal Qur’an dari pelosok Indonesia menuju Masjid At-Tiin, TMII Jakarta.

"11 tahun menjelang pada 2019, penghafal alquran menjadi disadari benderang di tengah zaman yang semakin edan, mereka menjadi penjaga sekaligus harapan di tengah kondisi yang semakin riuh," kata Maulana Kurnia Putra, Manajer Program Reguler Direktorat Pendayagunaan PPPA Daarul Qur’an melalui rilis, Kamis (29/8/2019).

Di tengah riuhnya zaman hari ini, masih banyak kisah terucap di jalan sunyi para penghafal alquran. Beberapa Program Pendidikan dan Dakwah PPPA Daarul Qur’an terus merawat kisah dalam sunyi meski juga menjadi kekuatan di dalamnya.

Misalnya Tito, salah satu santri di Kampung Qur’an, sepatunya penuh bekas tanah merah. Terik siang di penghujung musim kemarau tidak membuatnya lemah, ada kawan-kawannya belajar Qur’an yang menanti di Musala Miftahul Huda di atas lereng bukit setelah deretan pohon cengkeh dan melinjo di sepanjang jalanannya saban berangkat dan pulang sekolah.

Senyum Tito terus melebar dengan gigi kariesnya karena semangat Al-Qur’an. Kedua kakinya terus berjalan menyusur jalanan menanjak menuju Kampung Qur’an Rukem, Purworejo di atas bukit.

Juga tentang teriakan lantang satu bocah berdiri di tengah pelataran MI Cibengang, Tasikmalaya. Sekitar 150 siswa terlihat khidmad tegak hormat menghadap Sang Merah Putih. Indonesia Raya dinyanyikan penuh kebanggaan di tengah belantara Hutan Cineang.

"Pun terjalnya perjalanan di atas bebatuan hutan berlumur tanah lumpur sisa hujan semalam meleok-leokan roda kendaraan. Perjalanan menuju MI Cibengang lantas menyadarkan kami bahwa jalan sunyi menuju generasi Penjaga Negeri masih banyak terserak, butuh disatukan," kata dia.

Semangat anak-anak Kampung Cibengang, Desa Melatisuka, Kec. Gunung Tanjung, Tasikmalaya yang jauh dari fasilitas justru masih berkobar untuk terus memperoleh pendidikan. Sandal jepit dan sepatu mungil berlumuran lumpur menjadi bukti perjuangannya untuk berilmu pengetahuan dan menghafal alquran. Juga takzim pada para guru MI Cibengang yang menjaga kesederhanaan dalam mengajar meski minim fasilitas, menjadi bukti perjuangan pasca 74 tahun kemerdekaan negeri.

"Mobile Qur’an (MOQU) dari PPPA Daarul Qur’an kali ini mengucap banyak kisah tentang perjuangan generasi baru Penjaga Negeri yang tak pernah berhenti untuk membangun Indonesia. Sembilan pejuang Qur’an di Cibengang pun tak lantas ingin tenar. Sepatu berlumpur para guru Qur’an akan terus setia melangkah bersama kaki kecil anak-anak Kampung Cibengang," ujarnya.

Misi besar membangun dan merawati kisah para penjaga Negeri di setiap desa pada 2023 terus diikhtiarkan. Hingga Agustus 2019, PPPA Daarul Qur’an terus bergerak bersama para penjaga negeri di sekian pelosok.

Dengan lebih dari 35.000 santri Rumah Tahfidz yang dibina, sembilan lokasi Pesantren Takhassus dengan 308 santri Tahfidz dari kalangan tidak mampu, lebih dari 6.000 jiwa di 11 lokasi Kampung Qur’an, dan ratusan mahasiswa penerima Beasiswa Tahfidz Qur’an (BTQ) tersebar di 24 universitas terbaik di Indonesia.

Mobile Qur’an (MOQU) Jelajah Nusantara, program edukasi dinamis, senantiasa bergerak ke seluruh wilayah untuk menyapa dan mengenalkan Tahfidzul Qur’an pada anak-anak dan keluarga. Pun dengan Qur’an Call, program mengaji dan menghafal Al-Qur’an online, yang membuat masyarakat mudah akrab dengan Al-Qur’an lewat gawainya masing-masing.

"Bismillah, PPPA Daarul Qur’an terus mengawal banyak jalan sunyi para penghafal alquran. Karena setiap Muslim meyakini keberkahan alquran untuk diri dan masyarakat. Ikhtiar menjadi Negeri Penghafal Al-Qur’an ditempuh PPPA Daarul Qur’an untuk melahirkan sebanyak mungkin Para Penjaga Negeri. Ini adalah ikhtiar bersama, kami dan Anda semua yang meyakini bahwa Al-Qur’an akan menjaga kita semua untuk masa depan yang lebih baik. Aamiin," tutup dia.