Wali Kota Solo Tak Melarang Pengibaran Bendera One Piece
Wali Kota Solo, Respati Ardi, menyatakan Pemkot tidak melarang pemasangan atribut atau bendera One Piece.
Lokasi penemuan mayat laki-laki yang sudah membusuk di Taman Komplang, Banjarsari, Solo, Jumat (23/8/2019). (Solopos/Kurniawan)
Harianjogja.com, SOLO -- Mayat laki-laki paruh baya ditemukan dalam kondisi telah membusuk di Taman Komplang, Banyuanyar, Banjarsari, Solo, Jumat (23/8/2019) siang.
Laki-laki yang belakangan diketahui bernama J.B. Ari Subiarto, 58, itu beberapa kali terlihat berkunjung ke selter pedagang kaki lima (PKL) Komplang. Dia diperkirakan sudah beberapa hari meninggal dunia. Hal itu merujuk kondisi mayat yang mengeluarkan bau menyengat.
Salah seorang pedagang di selter PKL Komplang, Gunawan, menuturkan mayat itu kali pertama ditemukan Paijo, warga Krajan, Sumber, Banjarsari, Solo, sekitar pukul 10.00 WIB. Paijo saat itu sedang berburu burung menggunakan senapan angin.
Setiba di taman dia mencium bau busuk. Lantaran penasaran, dia pun mencari sumber bau dengan memasuki area taman. Di situ dia melihat sesosok mayat laki-laki tergeletak dengan posisi miring.
Paijo langsung memberi tahu warga sekitar. Salah seorang warga melapor ke Polsek Banjarsari.
"Letak taman persis di seberang kali. Tapi saya bisa melihat dengan jelas kronologinya dari selter," ujar Gunawan.
Dia menduga laki-laki malang tersebut sudah meninggal dunia dua hingga tiga hari sebelum ditemukan. Penuturan senada disampaikan Dwi Mulyatno, pedagang lain di selter PKL Komplang.
Menurut dia, proses evakuasi mayat dilakukan sekitar pukul 13.00 WIB menggunakan ambulans kepolisian. Dia mengatakan kondisi Taman Komplang yang dulu digunakan untuk berjualan para PKL selama ini sepi pengunjung karena gersang. Di tempat itu juga tak ada wahana permainannya.
"Jadinya sepi. Jarang ada orang yang datang . Jadi mayatnya ditemukan sudah dalam kondisi membusuk," urai dia.
Dua hari lalu seorang warga Krajan bernama Tembong mengaku sempat melihat sesosok laki-laki yang dalam posisi tidur di tempat ditemukannya mayat. Tapi saat itu Tembong tidak tahu apakah laki-laki yang dia lihat sama dengan mayat laki-laki yang ditemukan Jumat siang.
Kapolresta Solo AKBP Andy Rifai melalui Kapolsek Banjarsari Kompol Demianus Palulungan saat dimintai penjelasan mengonfirmasi adanya penemuan mayat di Taman Komplang.
Menurut dia, laki-laki yang teridentifikasi bernama J.B. Ari Subiarto, 58, tersebut meninggal dunia karena sakit (gangguan jiwa). "Bukan karena tindak kriminalitas. Yang bersangkutan sakit dan sudah lama tidak pulang. Rumahnya dulu di belakang Kantor Kecamatan Banjarsari," urai dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Wali Kota Solo, Respati Ardi, menyatakan Pemkot tidak melarang pemasangan atribut atau bendera One Piece.
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.
KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan Muhadjir Effendy dalam kasus dugaan korupsi kuota haji setelah saksi meminta penundaan.