Hercules Akan Dikerahkan untuk Tangani Karhutla Riau

Petugas Kepolisian bersama Manggala Agni menyemprotkan air ke lahan gambut yang terbakar di Desa Parit Baru, Kampar, Riau, Kamis (11/07/2019). Panasnya cuaca dan kencangnya angin membuat kebakaran cepat meluas sehingga menyulitkan petugas untuk memadamkan kebakaran lahan gambut tersebut. - ANTARA / Rony Muharrman.
14 Agustus 2019 07:27 WIB Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan pihaknya akan mengerahkan pesawat hercules untuk melakukan pengeboman air atau water boombing dalam rangka penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau.

Dia mengatakan pengerahan pesawat hercules dilakukan untuk memadamkan karhutla di daerah yang sulit dijangkau oleh manusia. Hercules akan disiapkan apabila musim kenarau masih melanda hingga akhir September 2019.

"Apabila kekuatan heli tidak cukup efektif, maka kita akan segera luncurkan Hercules," ujar Hadi seperti dikutip dalam keterangan resminya, Selasa (13/8).

Dia menuturkan dalamsatu kali penerbangan, pesawat hercules dapat mengakut sekitar 10 ton air dalam bentuk bola-bola air. Satu bola air itu berkapasitas 108 liter, dan apabila dijatuhkan pada radius areal kurang lebih 33 meter persegi airnya juga dapat meresap ke dalam tanah.

“Saat ini rencana ini terus disiapkan salah satunya dengan melatih pilot supaya bisa masuk ke titik api dan menjatuhkan bola-bola air tepat sasaran,” lanjutnya.

Di sisi lain, Hadi menyatakan pihaknya siap mendukung penegakkan hukum dengan penambahan pasukan. Penambahan armada helikopter untuk mengangkut personil TNI juga sudah disiagakan untuk menangkap pelaku pembakaran hutan dan lahan.

"Pengerahan penambahan pasukan kita bekerjasama dengan aparat teritorial, apabila di Riau ada kekurangan personil, aparat TNI akan kami tambah, termasuk juga heli untuk angkut personil , tujuannya adalah apabila ada kebakaran di tengah hutan dan tidak terjangkau dari darat, maka kita akan terbangkan personil dengan heli," tandasnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia