Wabah Belalang Melanda Dunia, Cerita di Alkitab dan Alquran Terbukti

Wabah belalang serbu Yamah pada Juli 2019. - Getty Images
13 Agustus 2019 21:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Wabah belalang yang menyerang sejumlah negara beberapa waktu lalu seolah membuktikan cerita di alkitab dan alquran.

Foto-foto serangan belalang di Las Vegas menggegerkan dunai pada 27 Juli 2019. Serangga menyerbu diduga karena tertarik cahaya lampu berkilauan di kota yang ada di tengah gurun ini.

Bersamaan dengan itu terjadi serangan serangga yang menghawatirkan di Yaman. Jenis serangga ini diketahui mengincar tanaman pangan dan pertanian seperti yang ada di kawasan Afrika, Timur Tengah dan Asia Tengah.

Kejadian tak terduga itu disebutkan para ilmuan sebagai akibat dari pemanasan global seperti yang disebut dalam Alquran dan Alkitab.

Kawanan yang Lapar

Sudah ada bukti peningkatan suhu yang berdampak langsung pada metabolisme serangga.

Kajian yang dilakukan oleh ilmuwan Amerika dan diterbitkan di jurnal Science pada 2018 menemukan bahwa cuaca panas membuat serangga lebih aktif dan lebih mudah melakukan reproduksi.

Secara umum serangga ini juga menjadi lebih lapar. Seekor belalang gurun dewasa bisa mengonsumsi makan sebanyak berat tubuh sendiri mereka dalam sehari.

Suhu panas meningkatkan reproduksi serangga

Dalam setiap kenaikan suhu satu derajat Celsius, peneliti memperkirakan kerusakan global yang disebabkan oleh serangga terhadap tanaman gandum, padi dan jagung meningkat dari 10% ke 25%.

Kerusakan terberat bisa terjadi di wilayah beriklim sedang di mana biji-bijian sedang diproduksi.

"Suhu yang lebih panas akan meningkatkan reproduksi serangga, kecuali di daerah tropis. Akan lebih banyak serangga, dan mereka akan makan lebih banyak," tulis Curtis Deutsch, salah satu tim peneliti di kajian tahun 2018 itu.

Suhu panas membuat serangga beranak pinak, seperti wabah belalang yang terjadi di Afrika pada 2004.

Wabah belalang diketahui telah menelan korban jiwa 800.000 orang

Menurut organisasi pangan dunia, FAO wabah yang paling merusak disebabkan oleh belalang gurun yang berpotensi menghancurkan 10% mata pencarian populasi dunia.

Namun bila ditilik asal usulnya, wabah belalang sudah diceritakan dalam Alkitab dan Alquran. Di sebutkan dalam dua kitab suci tersebut, belalang merupakan salah satu musuh tertua manusia.

Belalang yang dimaksud mengonsumsi makanan sama banyaknya dengan makanan untuk 35.000 orang dalam sehari. Mereka memiliki selera makan tinggi dan menyebabkan kerusakan tanaman pangan.

Sejarawan Roma Pliny the Elde menyatakan 800.000 orang meninggal di kawasan yang kini disebut Libya, Aljazair dan Tunisa akibat kelaparan yang disebabkan oleh wabah belalang.

Sedangkan di tahun 1958 di Etiopia, kawanan belalang menutupi daerah seluas 1.000 kilometer persegi dan menghancurkan 167.000 ton biji-bijian. Pada 2016, para ilmuan curiga pemanasan global memicu wabah belalang di Argentina selama enam dekade terakhir.

Organisasi pangan dunia, FAO menyebutkan perubahan iklim memicu migrasi belalang. Bahkan belalang gurun bisa terbang sejauh 150 km dalam sehari.

Saat suhu panas, kawanan serangga akan membuka rute migrasi baru khususnya saat ada tiupan angin.

"Secara umum, wabah belalang diperkirakan akan lebih sering terjadi dan lebih buruk akibat perubahan iklim," kata Arianne Cease, Direktur Global Locust Initiative di Arizona State University.

Sumber : Suara.com