KPK Periksa Nusron Wahid 5 Jam, Dalami Dugaan Setoran di Kementerian ATR BPN
KPK mendalami dugaan setoran rutin dan penerimaan uang oleh orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dalam pemeriksaan selama lima jam.
Suasana di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Selasa (8/1/2019)./JIBI-Bisnis Indonesia-Nurul Hidayat
Harianjogja.com, JAKARTA -- Pengelola pusat perbelanjaan dan perhotelan menanggung banyak kerugian akibat padamnya listrik di Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta, Minggu (4/8/2019).
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi B. Sukamdani mengatakan, kejadian tersebut membuat layanan perhotelan terganggu. Dia mengatakan, dampak terbesar dialami oleh hotel-hotel yang berada di daerah luar DKI Jakarta, terutama di daerah tujuan wisata.
“Hotel-hotel di daerah yang paling terganggu. Sebab kalau akhir pekan seperti saat ini, okupansi hotel tertinggi di daerah, seperti di Bandung, Bogor, dan daerah-daerah lain,” ujarnya ketika dihubungi Bisnis.com, Minggu (4/8/2019) petang.
Dia mengatakan, salah satu kendala yang dihadapi oleh pengelola hotel adalah padamnya jaringan perbankan untuk mengakomodasi pembayaran dari para pengguna hotel. Pasalnya, padamnya listrik terjadi hampir bersamaan dengan periode check out hotel.
Dia mengatakan, para pengelola hotel di daerah mengeluh karena harus membuat kuitansi perjanjian pembayaran dengan para penyewa hotel yang tidak membawa uang tunai untuk membayar jasa hotel. Para penyewa hotel pun mengeluhkan harus menunggu jaringan perbankan menyala kembali, sebelum akhirnya dapat membayar dan pulang.
“Sekarang mayoritas orang kalau bayar sewa hotel pasti pakai transaksi nontunai, baik kartu kredit atau kartu debit. Sementara itu, jaringan perbankan juga mati tak lama setelah listrik padam, ATM-ATM pun tidak dapat digunakan sementara. Akhirnya pengelola hotel harus memutar otak untuk menyiasati konsumen yang tidak bawa uang tunai,” katanya.
Namun demikian, dia belum dapat menyebutkan seberapa besar kerugian yang dialami oleh para pengelola hotel. Dia, mengaku masih terus menantikan laporan terbaru dari para pengelola hotel di daerah.
Saat dihubungi terpisah, Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Stefanus Ridwan mengatakan, kejadian padamnya listrik secara serempak di beberapa daerah di DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten membuat transaksi pembayaran secara nontunai menjadi terganggu.
Pada saat yang bersamaan, dia mendapatkan laporan tingkat kunjungan di pusat perbelanjaan meningkat tajam pada Minggu (4/8/2019), lantaran masyarakat mencari tempat hiburan yang mampu menyediakan listrik secara normal.
“Bagi para penyewa pusat perbelanjaan, masyarakat yang berbondong-bondong ke mal menjadi rezeki tambahan bagi mereka, karena penjualan dan traffic kunjungannya naik. Sementara itu, bagi pengelola mal justru sebaliknya, kami harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mengoperasikan genset selama berjam-jam,” katanya.
Di sisi lain, CEO Retail and Hospitality Sinar Mas Land Alphonsus Widjaja mengatakan kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan yang dikelola grupnya mengalami kenaikan sebesar 30% akibat adanya pemadaman listrik.
"Karena mati listriknya dari tadi siang, banyak yang menyerbu ke pusat perbelanjaan untuk sekedar ngadem dan colokan listrik," ujarnya kepada Bisnis.com, Minggu (4/8/2019) malam.
Menurutnya, kerugian yang dialami pelaku usaha pusat perbelanjaan akibat menggunakan genset. Kendati demikian besaran kerugian itu belum dapat dihitung karena di beberapa wilayah di Jakarta dan sekitarnya masih mengalami pemadaman listrik.
"Kerugiaannya cukup tinggi tetapi belum tau berapa. Ya kalau pas bukan beban puncak ya biaya gensetnya lebih mahal 30% dibandingkan dengan listrik PLN tetapi kalau pas beban puncak, jam 18.00 ke atas biayanya sama saja antara genset dan PLN," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
KPK mendalami dugaan setoran rutin dan penerimaan uang oleh orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dalam pemeriksaan selama lima jam.
Kebakaran melanda TPS3R Nitikan, Umbulharjo, Jogja, Jumat (6/11/2026). Tumpukan kasur dan sampah kering terbakar, tanpa korban jiwa.
Perhapi menilai pemangkasan kuota bijih nikel 2027 berisiko menaikkan harga bahan baku, biaya operasional smelter, dan menekan produksi.
Kemendikdasmen merevitalisasi 1.277 SMK pada 2026, terdiri atas 553 sekolah negeri dan 724 swasta untuk memperkuat pembelajaran vokasi.
Sejumlah Pengurus Kapanewon Golkar Gunungkidul meminta musda digelar demokratis sesuai AD/ART dan menolak penunjukan Plt.
PSIM Jogja kalah 1-2 dari Dewa United pada pekan ke-9 Super League 2026/2027. Gol injury time tim tamu sempat diprotes pemain tuan rumah.