PDIP Jamin Tak Ada Gesekan Kader dalam Regenerasi Kepemimpinan

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kedua kanan) didampingi Puan Maharani (kiri) dan Prananda Prabowo (kanan) menerima Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (tengah) di kediaman Jalan Teuku Umar, Jakarta, Rabu (24/7/2019). - Antara/Puspa Perwitasari
02 Agustus 2019 21:27 WIB Lalu Rahadian News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - PDI Perjuangan (PDIP) memastikan tak akan terjadi friksi antarkader selama proses persiapan regenerasi kepemimpinan di tingkat DPP partai berlangsung.

Politikus PDIP Arya Bima mengatakan, semua kader partainya akan menerima siapapun sosok yang dipilih untuk regenerasi kepemimpinan di partainya. Ada dua sosok yang digadang akan melanjutkan kepemimpinan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri di PDIP yakni Puan Maharani dan Prananda Prabowo.

"Kami percaya Mas Prananda dan Mbak Puan akan bisa bersinergi menjadikan satu, karena itu bukan urusan mereka berdua saja tapi urusan partai," kata Arya di Kantor CSIS, Jakarta Selatan, Jumat (2/8/2019).

Menurut Arya, hanya Megawati yang tahu bagaimana mempersiapkan Prananda dan Puan menjadi penerusnya di PDIP. Namun, PDIP juga akan mendorong terbentuknya sistem yang bagus untuk melahirkan pemimpin dari tingkat anak cabang hingga pusat yang sesuai dengan kebutuhan jaman.

Isu regenerasi kepemimpinan di PDIP muncul jelang Kongres V yang akan digelar 8-10 Agustus 2019. Namun, besar kemungkinan regenerasi belum terjadi saat kongres nanti.

Menurut Bima, pemimpin PDIP di masa depan bisa jadi merupakan sosok yang memiliki karisma dan sifat kepemimpinan modern. Kedua hal itu diyakini bisa dimiliki Puan atau Prananda.

"Kalau kecenderungan oligarki, sistemnya tidak menjadikan cucu Sukarno sebagai oligarkis dalam praktik kepartaian ke depan. Seorang cucu Sukarno akan menjadi sesuatu kepemimpinan yang organized, sistemik dengan sistem yang dibangun bersama-sama dalam tataran demokratis," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama Arya juga menjelaskan soal kemungkinan munculnya struktur baru seperti Wakil Ketua Umum atau Ketua Harian di DPP PDIP hasil Kongres V. Dia yakin kedua jabatan itu tak akan muncul di DPP PDIP 2019-2024.

"Menurut saya itu bukan tradisi bagi PDIP karena struktur itu akibat kebutuhan program dan kegiatan. Saya belum melihat pentingnya struktur sekarang ini ada Ketua Harian dan Waketum. Karena kekuatannya ada di Ketua Bidang dan di situ lebih pada bagaimana hal menyangkut strategis di Ketum, yang operasional di Sekjen," tuturnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia