Polda Jabar Bongkar Pabrik Obat Ilegal Berkapasitas 8 Juta Butir
Polda Jabar membongkar pabrik Tramadol dan Heximer ilegal di Bandung yang mampu memproduksi 8 juta butir obat per hari.
Jenazah Kapusdatin BNPB Sutopo Purwo Nugroho tiba di rumah duka di Boyolali, Jawa Tengah, Senin (8/7/2019) pagi./Suara.com-Ari Purnomo
Harianjogja.com, BOYOLALI--Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan putra Sutopo Purwo Nugroho dapat menyelesaikan pendidikan dengan program beasiswa hingga lulus kuliah.
"Beberapa pihak telah menyampaikan kepada saya akan memberikan beasiswa kepada putra Pak Topo sampai selesai kuliah sampai nanti dapat pekerjaan," kata Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo usai mengunjungi kediaman orang tua Sutopo di Boyolali, Kamis (11/7/2019).
Ia mengatakan beberapa perusahaan yang sudah menawarkan beasiswa tersebut ada dari perusahaan BUMN, perusahaan swasta, dan perseorangan.
Pada kunjungannya tersebut, Doni juga berpesan kepada dua putra Sutopo agar dapat meneruskan semangat ayahanda dalam mengabdi kepada negara.
"Ananda berdua bisa mewarisi semangat Pak Topo. Belajar sungguh-sungguh dengan semangat yang tinggi agar kelak bisa mengikuti apa yang telah dilakukan ayahanda," katanya.
Dengan begitu, kedua putra Sutopo tersebut dapat menularkan semangat pada generasi muda lain. Sebagaimana diketahui, Sutopo yang merupakan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas (Pusdatinmas) BNPB tersebut meninggal dunia pada Minggu (7/7/2019) akibat kanker paru-paru stadium 4b yang sudah dideritanya sejak tahun 2017.
Sebelum meninggal, Sutopo sempat menjalani pengobatan di St Stamford Modern Cancer Hospital, Guangzhou, Tiongkok sekitar sebulan tepatnya sejak pertengahan bulan Juni 2019.
Putra pertama pasangan Suharsono Harsosaputro dan Sri Roesmandari tersebut meninggalkan satu istri bernama Retno Utami Yulianingsih dan dua putra Mohammad Invanka Rizaldi Nugroho yang saat ini kuliah semester lima Fakultas Hukum Undip serta Mohammad Aufa Wikantyasa Nugroho yang pada tahun ini naik kelas 2 SMP Lab School Cibubur Jakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polda Jabar membongkar pabrik Tramadol dan Heximer ilegal di Bandung yang mampu memproduksi 8 juta butir obat per hari.
Kasus ISPA Bantul mencapai 11.883 pada April. DPRD meminta penguatan fasilitas Puskesmas dan pencegahan pembakaran lahan.
Kerusuhan Prancis meluas setelah demonstrasi biaya hidup. Sekitar 2.400 orang ditangkap dan 1.000 polisi terluka, Macron serukan ketertiban.
BRIN mengkaji efektivitas es kering untuk menangani kabut asap karhutla melalui modifikasi cuaca dan pengamatan kondisi atmosfer.
Sebanyak 42 kampus Indonesia masuk THE WUR 2027. UI berada di kelompok peringkat 651–700 dunia. Simak daftar universitas dan metodologinya.
IDAI mengingatkan anak lebih rentan terdampak asap karhutla karena sistem pernapasan belum matang dan partikel PM2,5 berbahaya bagi paru-paru.