Advertisement
Sopir Mengantuk dan Ban Pecah Jadi Penyebab Utama Kecelakaan di Tol Ngawi-Kertosono
Bus melintas di Tol Ngawi-Kertosono ruas Madiun, Rabu (29/5 - 2019). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
Advertisement
Harianjogja.com, MADIUN - Penyebab kecelakaan lalu lintas di Tol Ngawi-Kertosono, Jawa Timur, selama Januari hingga Juni 2019, sebagian besar karena pecah ban dan pengemudi mengantuk.
Untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di jalan bebas hambatan, PT Jasa Marga Ngawi Kertosono Kediri (JKNK) yang dilaksanakan PT Jasamarga Tolroad Operator (JMTO) selaku pelaksana, PJR Polda Jatim, dan Dishub Nganjuk menggelar Pekan Operasi Keselamatan Transportasi dan Batas Kecepatan di Tol Madiun-Nganjuk KM 626 A atau di rest area Saradan, Kamis (4/7/2019).
Advertisement
Manager Trafic Management JMTO, Manyuk Irwan Danus, mengatakan hampir 42% kecelakaan di ruas jalan Tol Ngawi-Kertosono selama Januari-Juni 2019 disebabkan pecah ban.
Selain itu, 37% kecelakaan di tol disebabkan pengendara mengantuk. Sedangkan sisanya karena penyebab lain.
BACA JUGA
Dia menuturkan kendaraan yang paling banyak mengalami kecelakaan yaitu kendaraan golongan I dan II. "Penyebab pecah ban ini beragam, ada yang bannya sudah expired, ban vulkanisir, ban tipis, dan beban atau muatan melebihi tonase," kata dia.
Dia menyampaikan operasi keselamatan ini untuk mengecek kondisi kendaraan pengguna jalan tol seperti kondisi ban. Selain itu, petugas PJR Polda Jatim juga menggunakan speed gun untuk merekam kendaraan yang melintas.
"Ini untuk mengetahui apakah kecepatannya sesuai aturan atau tidak. Batas kecepatan minimal 60 km/jam dan maksimal 100 km/jam. Tata cara muat barang juga diperiksa," jelas dia.
Menurut Manyuk Irwan Danus, kendaraan yang melaju dengan kecepatan di bawah 60 km/jam bisa menyebabkan kecelakaan. Terlebih pada malam hari dengan kondisi lampu belakang kendaraan yang redup.
"Kami menyiapkan 300 stiker refektif untuk dipasang di belakang kendaraan yang lampu belakangnya kurang terang," ujarnya.
Pihaknya juga meningkatkan mobilisasi petugas patroli. Dalam sehari, ada enam mobil patroli yang dikerahkan untuk mendeteksi secara dini, apabila terdapat kejanggalan di jalur tol dan keamanan pengguna tol.
Kanit PJR Jatim VI Sat PJR Polda Jatim, AKP Bambang Hariyono, mengatakan dalam operasi ini petugas menilang 22 kendaraan. Paling banyak pelanggaran yaitu terkait teknis kondisi kendaraan, kelebihan muatan, dan kecepatan terlalu lambat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Listrik Kuba Kembali Padam Saat Tekanan Krisis Energi Meningkat
- Ledakan Petasan di Pamekasan Bongkar Produksi Berdaya Ledak Tinggi
- China Desak Penghentian Konflik Timur Tengah Saat Idulfitri
- Konflik Gas Iran-Qatar Picu Lonjakan Harga, Trump Berubah Arah
- Di Momen Lebaran Vladimir Putin Soroti Peran Muslim Rusia
Advertisement
Arus Balik Naik, Tol Jogja-Solo GT Purwomartani Dibuka Hingga Malam
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Sejumlah Kota Besar Indonesia Berpotensi Dilanda Hujan Sangat Lebat
- Super Mario Berhasil Raih Poin di Moto 2 Brasil
- Harga Emas Pegadaian Stabil, Antam Turun Rp50.000
- Marco Bezzecchi Juarai MotoGP Brasil dan Kokoh di Puncak Klasemen
- 700.000 Anak Sekolah Terdeteksi Alami Gejala Kecemasan dan Depresi
- Klasemen Liga Spanyol: Barca Jaga Jarak, Real Madrid Mendekat
- Roadshow Pelangi di Mars Ramaikan Libur Lebaran 2026 di Jogja
Advertisement
Advertisement







