Advertisement
Pengangkut Sampah di Kartasura Pakai Uang Pribadi untuk Beli Kendaraan
Sejumlah pekerja memilah sampah di tempat pembuangan sampah sementara di Wirogunan, Kartasura, Sukoharjo, Rabu (26/6 - 2019). (Solopos/Iskandar)
Advertisement
Harianjogja.com, SUKOHARJO--Sejumlah pengangkut sampah di Kartasura, Sukoharjo, mengaku membeli kendaraan pengangkut sampah dengan uang mereka sendiri. Armada ini untuk mengangkut sampah dari rumah ke tempat pembuangan sampah sementara (TPS). Karena selama ini tak ada bantuan dari desa atau pemerintah.
“Karena tidak ada dana bantuan dari desa atau pemerintah, kami terpaksa membeli kendaraan roda tiga ini sendiri. Sebab seperti saya ini mau kerja apa?” ujar salah seorang petugas pengangkut sampah Desa Pucangan, Kartasura, Sukoharjo, Harsoyo, ketika ditemui wartawan di sela-sela membuang sampah di TPS Kartasura, Rabu (26/6).
Advertisement
Menurut dia kendaraan roda tiga tersebut dibeli dengan harga Rp30 juta. Pembelian kendaraan roda tiga yang masih baru ini terpaksa dilakukan karena memudahkan pekerjaannya sebagai pengangkut sampah.
Sebelumnya Harsoyo menggunakan kendaraan roda dua dilengkapi dengan gerobak pengangkut sampah. Namun kendaraan ini dinilai kurang praktis dan tidak bisa memuat sampah dalam jumlah banyak.
BACA JUGA
Menurut dia volume sampah di TPS Kartasura cukup banyak. Namun sampah-sampah itu berasal dari desa-desa dan kelurahan-kelurahan di Kartasura.
“Hanya dua desa yang tidak membuang sampah di sini yaitu Gonilan dan Gumpang karena sudah mempunyai TPS sendiri,” kata dia.
Hal serupa juga dilakukan pengangkut sampah di Desa Singopuran, Suwardi. Namun kendaraan miliknya yang masih standar itu dibeli dengan harga Rp28 juta.
“Uang segitu [Rp28 juta] memang cukup banyak bagi saya, tapi gimana ini kan untuk bekerja. Sekarang anak saya masih sekolah dan itu butuh biaya. Karena itu saya harus bekerja,” kata dia.
Menurut dia mengakut sampah dengan kendaraan roda tiga miliknya relatif lebih lancar dibanding menggunakan gerobak pengangkut sampah yang ditarik kendaran roda dua. Selain itu daya angkut juga dinilai lebih banyak dibanding menggunakan gerobak sampah.
Secara terpisah, Kasi Trantip Kecamatan Kartasura, Agus Jaelani, membenarkan kendaraan para pengangkut sampah di Kartasura mayoritas dibeli dengan uang pribadi. “Selama ini memang belum ada dana bantuan kepada mereka baik dari desa/kelurahan maupun dari dinas terkait,” ujar dia.
Dia mengakui saat ini sampah di TPS Kartasura sering menumpuk. Karena volume sampah di Kartasura dinilai cukup besar.
Secara formal sampah-sampah itu berasal dari sejumlah wilayah di Kartasura. Namun dia tak memungkiri adanya pembuang sampah dari luar daerah yang kucing-kucingan dengan petugas dilakukan pada malam hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- 6.308 WNI Terjerat Scam di Kamboja, Ribuan Dipulangkan
- Trump Ingin Konflik Iran Cepat Usai, Tekanan Justru Meningkat
- Pelecehan Berlangsung 8 Tahun, DPR Kejar Keadilan Korban Syekh AM
- Sebelum ke Beijing, Trump Kejar Gencatan Senjata dengan Iran
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
Advertisement
Pemkab Sleman Perkuat Tata Kelola Data, Gandeng Kemendagri
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Relate Banget! Film Ini Raih 1 Juta Penonton saat Lebaran
- Google Lyria 3 Pro Hadir, Bikin Lagu Tanpa Bisa Musik? Bisa!
- Garudayaksa FC Ganti Pelatih Lagi! Kini Berharap Tuah Widodo C. Putro
- Hampir 1.000 Kasus TB Ditemukan di DIY Awal 2026
- Mobil Sport Listrik Denza Z Siap Lawan Porsche 911
- Kylian Mbapp Bantah Skandal Cedera di Real Madrid
- Ancaman DarkSword Intai iPhone, Segera Update iOS Anda
Advertisement
Advertisement



