Mengembalikan Muruah Konstitusi dalam Praktik Bernegara
Suatu negara tentunya tidak hanya dibangun berdasarkan pondasi teks peraturan perundang-undangan semata. Secara filosofis, ia juga berdiri di atas suatu nilai
Presiden Joko Widodo menyambangi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di kediamannya, di Hambalang, Bogor./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA- Analis politik Exposit Strategic Arif Susanto mengatakan Presiden Joko Widodo memiliki reputasi sebagai figur yang pandai merangkul lawan politiknya.
"Joko Widodo (Jokowi) tampaknya sudah punya reputasi sebagai figur politik yang pandai merangkul lawan," kata Arif dalam forum diskusi bertajuk "Sesudah MK: Silaturahmi atau Negosiasi?" yang diselenggarakan Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia, di Jakarta, Jumat (28/6/2019).
Dia mengatakan berdasarkan catatannya, pasca-Pemilu 2014 Jokowi pernah memberikan kejutan dengan berkunjung cukup intensif ke kediaman lawan politiknya yakni Prabowo di Kertanegara dan Hambalang.
"Masih teringat bahwa ada adegan ikonik kala itu di mana Jokowi bersama Prabowo naik kuda bersebelahan. Itu menunjukkan Jokowi punya kemampuan merangkul lawan," kata Arif.
Selain itu, kata dia, setelah Pilkada DKI Jakarta 2017, ada pula kejadian ikonik lain di mana Jokowi melakukan sesi minum teh bersama Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di istana yang juga menunjukkan kemampuan Jokowi merangkul lawan politiknya.
Lebih dari itu, kata dia, Jokowi dalam dua periode berbeda didampingi dua figur yang sejak awal merupakan sekutu politik.
"Kita masih ingat pernyataan Jusuf Kalla sebelum 2014, yang isinya meragukan kemampuan Jokowi. Kita juga ingat Ma\'ruf Amin pernah menjadi bagian kelompok yang kontra kepemimpinan Ahok. Artinya Jokowi menunjukkan kemampuan merangkul lawan politik," ujar dia.
Jika dikaitkan dengan kondisi pasca-Pilpres 2014. Arif menyatakan Jokowi bisa saja merangkul kelompok yang menjadi oposisi saat Pilpres 2019.
Namun, kata dia, upaya merangkul lawan politik tidak akan serta merta memperkuat kekuatan politik Jokowi.
"Merangkul lawan akan membuat kekuatan lawan berkurang tapi tidak serta merta menambah kekuatan politik," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Suatu negara tentunya tidak hanya dibangun berdasarkan pondasi teks peraturan perundang-undangan semata. Secara filosofis, ia juga berdiri di atas suatu nilai
Veddriq Leonardo meraih emas dan Antasyafi Robby Al Hilmi merebut perak pada nomor speed putra World Climbing Series Chamonix 2026.
Mojtaba Khamenei berjanji membalas kematian Ali Khamenei di tengah memanasnya kembali ketegangan antara Iran, AS, dan Israel.
Warung Filadelphia di Philadelphia mengenalkan kuliner dan keramahan Indonesia melalui aneka hidangan Nusantara serta pelayanan hangat.
ISEAI mengusulkan skema B50 lebih fleksibel melalui Dynamic Blending Policy untuk menekan risiko fiskal dan menjaga keberlanjutan program.
Plt Jampidsus Rudi Margono memastikan penanganan perkara korupsi tetap berjalan usai pengunduran diri Febrie Adriansyah.