367.064 Penerima Bansos Jateng Terindikasi Judol
367.064 penerima bansos Jateng terindikasi judol. Sebanyak 12.226 warga menjalani proses sanggah dan data masih terus diperbarui.
Gedung Mahkamah Konstitusi (MK)./Suara
Harianjogja.com, JAKARTA- Persaudaraan Alumni (PA) 212 mengklaim aksi di gedung Mahkamah Konstitusi (MK) tempat sidang sengketa pilpres sebagai aksi bela agama.
PA 212 tetap menggelar aksi massa bertajukt Tahlil Akbar 266 di sekitar gedung Mahkamah Konstitusi, sehari jelang MK mengumumkan putusan sengketa Pilpres 2019, yakni Rabu (26/6/2019) siang ini.
Juru Bicara PA 212 Novel Bamukmin mengakui, panitia maupun peserta aksi mengetahui dan menerima imbauan Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto untuk tidak mengerahkan massa ke gedung MK.
“Kami sudah tahu imbauan Pak Prabowo sebagai tokoh politik untuk tidak datang ke sekitar gedung MK jelang sidang putusan sengketa Pilpres 2019. Kalau urusan politik, ya kami ikut ke Pak Prabowo. Tapi kami ada pertimbangan lain,” kata Novel kepada Suara.com-Jaringan Harianjogja.com.
Pertimbangan lain itu, ungkap Novel, adalah keputusan PA 212 untuk bertanggungjawab memperjuangkan agama serta membela keadilan.
“Ini untuk membela agama dan keadilan,” tukasnya.
Karena itu, peserta aksi turun ke jalan untuk memberikan dukungan kepada MK agar bisa memutuskan sengketa pilpres tanpa ada internvensi.
"Soal ini bukan urusan politik, tapi keadilan. Kami harus tanggung jawab, namanya orang Islam. Keadilan itu adalah nilai-nilai agama, kalau untuk nilai agama, kami ikut ulama,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
367.064 penerima bansos Jateng terindikasi judol. Sebanyak 12.226 warga menjalani proses sanggah dan data masih terus diperbarui.
Pengacara di Semarang diduga dikeroyok setelah melerai keributan di kafe. Tiga orang dilaporkan dan polisi memastikan kasus masih berjalan.
Ranu Regulo tetap dibuka meski sejumlah titik di Gunung Bromo terbakar. Wisatawan diminta waspada dan tidak menyalakan api.
Pemkab Gunungkidul menyalurkan alat bantu bagi kelompok difabel untuk menunjang aktivitas dan mendorong kemandirian.
Astra Financial dan OJK mengukuhkan 1.000 Duta OJK Peduli di Jogja untuk memperluas literasi keuangan hingga ke masyarakat.
Kemensos mencatat lebih dari 10,8 juta keluarga mengajukan usulan baru bansos dan 82 ribu keluarga disanggah hingga September 2026.