Bima Seta dari Jogonalan Terpilih Jadi Sapi Kurban Presiden Prabowo
Sapi jumbo 977 kg asal Klaten terpilih jadi kurban Presiden 2026. Dipelihara peternak muda, lolos uji kesehatan dan siap disembelih.
Polisi mengamankan ratusan petasan dari rumah korban ledakan di Dusun Turus, Desa Tempurejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (31/5/2019). (Antara-Heru Suyitno)
Harianjogja.com, MUNGKID--Aparat Polsek Tempuran mengamankan ratusan petasan dari rumah Munawir, 55, warga Turus, Desa Tempurejo, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah setelah terjadi ledakan mengejutkan di Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (31/5/2019).
Kapolsek Tempuran AKP Moh Buhrom mengatakan Munawir terkena ledakan petasan yang dibuatnya. Akibatnya, jari tangan kiri korban putus dan badannya terbakar. Kejadian berawal seusai makan sahur menunggu waktu shalat Subuh korban membuat petasan. Saat itu, korban mengisikan bubuk petasan dan tiba-tiba petasan meledak.
Akibat ledakan tersebut, korban mengalami luka-luka di sekujur tubuhnya. Bahkan, jari tangan kirinya putus. Selain itu, akibat ledakan yang keras membuat tembok rumah di bagian dapur jebol, atap dari asbes juga berserakan, dan kaca jendela rumah bagian depan pecah. Korban kini dirawat di RSUD Tidar Kota Magelang.
Ledakan mengejutkan tersebut terdengar hingga radius 1 km dari lokasi kejadian. Padahal, sebelum kejadian, pihaknya telah mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan petasan karena membahayakan. "Setelah kejadian kami langsung ke lokasi melakukan olah TKP. Kami sebelumnya telah memberikan imbauan-imbuan kepada masyarakat jangan sampai menggunakan petasan. Karena ini sudah melanggar UU No 1/1951,” katanya.
Ia menuturkan korban merupakan pembuat petasan dan bubuk petasan mungkin beli dari luar. Berdasarkan keterangan yang diperoleh, katanya, petasan yang telah jadi tersebut nantinya akan digunakan sendiri, dinyalakan dengan cara direnteng setelah salat Id.
Ia menyampaikan barang bukti yang diamankan selain 400-an petasan yang sudah jadi, ada beberapa selongsong petasan yang belum diberi bubuk mercon, dan peralatan membuat petasan. Ia mengatakan guna menghindari barang bukti berupa petasan tersebut meledak, maka petasan tersebut direndam air. "Untuk kepentingan penyelidikan barang bukti tersebut diamankan di Mapolsek Tempuran," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara/Bisnis.com
Sapi jumbo 977 kg asal Klaten terpilih jadi kurban Presiden 2026. Dipelihara peternak muda, lolos uji kesehatan dan siap disembelih.
Kemendagri dorong aturan larangan perang suku di Papua Pegunungan lewat Raperdasus dan Raperdasi demi menjaga keamanan.
Lonjakan penumpang KAI Daop 4 Semarang capai 220 ribu saat libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026. Ini rute favoritnya.
Bahasa Inggris akan jadi pelajaran wajib SD mulai 2027. Pemerintah siapkan pelatihan guru dan strategi peningkatan mutu pendidikan.
Leo/Daniel juara Thailand Open 2026 usai kalahkan pasangan India. Kemenangan ini jadi momentum menuju Olimpiade 2028.
Ratusan warga Seloharjo Bantul menolak mantan dukuh kembali menjabat. Gugatan ke PTUN picu aksi dan pemasangan spanduk protes.