39 WNI Korban Kapal Tenggelam di Malaysia Sudah Ditemukan
Kemlu RI memastikan seluruh 39 WNI korban kapal tenggelam di perairan Pulau Pangkor, Malaysia, telah ditemukan.
Susilo Bambang Yudhoyono./JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA—Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerima hasil Pemilu 2019 yang telah diumumkan KPU, baik Pilpres maupun Pileg.
Sikap tersebut diungkapkan SBY melalui video conference yang ditampilkan di kediamannya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada Senin (27/5/2019). Video conference SBY yang sedang berada di Singapura tersebut disaksikan sejumlah kader Partai Demokrat.
“Saya akan mulai. Pertama, saya pribadi dan Partai Demokrat memiliki nilai atau values dan etika yang kami junjung tinggi untuk menerima kekalahan jika hal itu memang kita alami,” kata SBY.
SBY menjelaskan alasannya menerima pengumuman hasil rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2019. Sebab, kata SBY, Partai Demokrat pernah mengalami kekalahan dan mengakui kekalahan tersebut pada 2001.
“Sebelum Partai Demokrat berdiri pada Pemilu 2001 saya kira sebagian kader masih ingat saya kalah pada putaran kedua pemilihan capres. Sekian jam setelah kalah, saya sampaikan pernyataan untuk menerima kekalahan itu,” ucapnya.
Kemudian, SBY memberikan ucapan selamat kepada capres terpilih yang menang pada Pemilu 2001 tersebut. Tak hanya 2001, SBY juga pernah mengakui kekalahannya oleh tiga partai politik yang suaranya melebihi Partai Demokrat pada 2014.
“Pada pemilu 2014 saya terima hasil quick count dan mengucapkan selamat pada tiga parpol yang di atas Demokrat,” katanya.
SBY menambahkan jiwa untuk menerima kekalahan tersebut juga telah tertanam di putranya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ketika kalah dalam Pilgub DKI Jakarta 2017. Atas dasar itulah, SBY menerima hasil keputusan KPU terkait Pemilu 2019.
“Yang saya lakukan pada 21 Mei 2019 lalu [pernyataan sikap lewat video], hakikatnya sama. Meski perolehan partai kami menurun dibandingkan 2014, secara ksatria kami harus menerima hasil pemilu itu,” katanya.
Meskipun menerima hasil keputusan KPU, menurut SBY, ada beberapa catatan yang harus dibenahi terkait Pemilu 2019. Oleh karenanya, Partai Demokrat siap mendukung langkah calegnya yang mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait hasil Pemilu 2019.
“Oleh karena itu, di samping Demokrat memberi jalan kepada caleg Demokrat yang gugat ke MK, dengan sangat serius Demokrat juga akan lakukan evaluasi komprehensif atas Pemilu 2019 agar Pemilu 2024 dapat dilaksanakan lebih damai, jujur, adil, demokratis, berkualitas,” ucap SBY.
“Dan juga agar benar-benar ada fairplay dan keadilan yang sejati bagi peserta pemilu. Saya harus katakan partai kita juga dirugikan akibat kurangnya fairplay dalam Pemilu 2019 ini.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Kemlu RI memastikan seluruh 39 WNI korban kapal tenggelam di perairan Pulau Pangkor, Malaysia, telah ditemukan.
WhatsApp iPhone kini mendukung dua akun dalam satu aplikasi lewat update versi 26.17.76 serta menghadirkan fitur Meta AI dan passkey.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Liga 1 2025/2026 usai menang dramatis atas PSM Makassar dan unggul dari Borneo FC.
Rangkaian hari kedua Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026 mencatat sejarah menjadi tuan rumah International Cycling History Conference (ICHC)
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Johann Zarco mengalami cedera ACL, PCL, dan meniskus usai kecelakaan di MotoGP Catalunya 2026 dan terancam absen panjang.