Advertisement
Massa dari Jatim Dimobilisasi ke Jakarta Hanya dengan Udangan Lewat Broadcast Whatsapp
Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono berbincang dengan massa yang akan berangkat ke Jakarta di GOR Tunggal Panaluan Polres Madiun, Selasa (21/5 - 2019). (Madiunpos.com/AbdulJalil)
Advertisement
Harianjogja.com, MADIUN -- Polda Jatim menggagalkan upaya pemberangkatan massa dari Jawa Timur yang diduga akan mengikuti aksi 22 Mei di depan Kantor KPU Pusat di Jakarta. Massa dihentikan petugas kepolisian di rest area Saradan, Madiun. Jumlah orang yang ada di dua bus yang diamankan petugas ada 87 orang.
Massa yang akan mengikuti aksi di depan KPU Pusat itu berasal dari berbagai daerah di Jatim seperti Surabaya, Kediri, Probolinggo, hingga Pulau Madura. Puluhan orang itu berkumpul di Pondok Pesantren Hidayatullah yang beralamat di Jl. Kejawan Putih Tambak VI, Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya.
Advertisement
Mereka berkumpul dan hendak ke Jakarta atas undangan berupa broadcast message yang disebar melalui grup WhatsApp (WA).
Koordinator rombongan, Muhammad Ibnu Mas'ud, mengatakan dirinya mendapatkan undangan melalui pesan WA mengenai adanya kegiatan buka bersama dan sahur bersama di Jakarta. Selanjutnya, ia kembali menyebar undangan tersebut ke sejumlah grup WA yang diikutinya.
BACA JUGA
Dia menuturkan ia bersama rombongan pergi ke Jakarta untuk memenuhi undangan buka bersama pada Selasa ini dan sahur bersama pada Rabu. Mas'ud menampik keberangkatannya ke Jakarta untuk mengikuti aksi 22 Mei.
"Kita ke Jakarta untuk buka bersama dan sahur bersama. Kita juga mau mendoakan supaya Indonesia tetap aman. Kami tidak memihak salah satu paslon. Kami juga tidak berafiliasi di salah satu partai politik," jelas pejabat Humas Ponpes Hidayatullah Surabaya itu kepada wartawan.
Mas'ud menuturkan melalui broadcast WA itu puluhan orang menyatakan siap untuk ikut acara buka bersama dan sahur bersama di Jakarta. Selanjutnya mereka menuju ke titik kumpul di Ponpes Hidayatullah Surabaya.
Rombongan kemudian diberangkatkan sekitar pukul 23.00 WIB dari Surabaya. Sesampainya di rest area Saradan, rombongan dua bus itu berhenti untuk istirahat. Tetapi di lokasi rest area itu sudah ada polisi yang memeriksa rombongan.
Dia menegaskan dari seluruh orang yang ikut rombongan itu, hanya sebagian kecil yang dikenalinya. Sedangkan sebagian besar tidak kenal.
"Saya kenalnya yang sudah senior-senior. Ini dari berbagai daerah. Banyak juga yang ga kenal," kata dia.
Mas'ud menuturkan ada dua bus yang disiapkan untuk keberangkatan ke Jakarta. Ditargetkan rombongan yang ikut bisa mencapai 110 orang, tetapi yang berangkat hanya 87 orang.
Peserta rombongan, Kemad, mengatakan dirinya ikut karena ada perintah dari pimpinan. Warga Probolinggo tersebut berangkat ke Jakarta berniat untuk mengikuti kegiatan buka bersama dan sahur bersama sesuai undangan.
"Saya ikut pimpinan. Di acara hanya kegiatan buka bersama dan sahur bersama. Ga ada aksi di KPU," kata salah satu ustadz di Ponpes Hidayatullah itu.
Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Solopos.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Longsor dan Pergerakan Tanah Terjang Tiga Kecamatan di Bogor
- Delapan Tahun Terjerat Judi Online, Erwin Kehilangan Rp800 Juta
- Ketegangan AS-Iran Meningkat, Trump Pertimbangkan Aksi Militer
- IDAI Ungkap PHBS Jadi Benteng Utama Hadapi Virus Nipah
- Antisipasi Virus Nipah, Singapura Perketat Pemeriksaan di Changi
Advertisement
PN Wonosari Tegas, Penggelapan Fidusia Dihukum 8 Bulan
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- ESDM Respons Temuan Tambang Emas Ilegal Rp992 Triliun
- Van Gastel Akui PSIM Jogja Butuh Tambahan Bek
- BPJS Kesehatan 2026 Tak Tanggung Layanan Ini
- Temuan Korban Longsor di Pemalang Bertambah
- Melawan PSS Sleman, Barito Putera Kejar Puncak Klasemen
- Bantul Capai 99 Persen Kepesertaan Jaminan Kesehatan
- Motor Warga Karangmojo Gunungkidul Raib saat Cari Rumput
Advertisement
Advertisement



