Simpan Rp20.000 di Dompet, Mahasiswi Lahirkan Bayi di Indekos

Ilustrasi. - Antara
18 Mei 2019 17:17 WIB Abdul Jalil News Share :

Harianjogja.com, MADIUN--Kelahiran bayi akibat hubungan di luar nikah kembali terjadi. Kali ini dialami seorang mahasiswi salah satu perguruan tinggi swasta (PTS) di Kota Madiun berinisial DW, 22. Ia melahirkan bayi perempuan di kamar mandi indekosnya di Jl. Setia Budi, Kelurahan Kanigoro, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Jumat (17/5/2019).

Namun nahas bayi yang dilahirkan mahasiswi tersebut meninggal dunia saat sedang dibawa ke rumah sakit.

Mahasiswi yang merupakan warga Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo itu melahirkan bayi perempuannya secara mandiri di kamar mandi indekosnya. Dalam kandungan, bayi tersebut telah berusia sembilan bulan. Bayi perempuan malang itu lahir dengan berat badan sekitar 25,30 gram dan panjang tubuh 46 cm.

Kasatreskrim Polres Madiun Kota, AKP Suharyono, mengatakan kasus mahasiswi yang melahirkan di kamar mandi ini masih ditangani pihak kepolisian. Pihaknya juga masih memeriksa apakah ada kesengajaan saat melahirkan sehingga menyebabkan bayi perempuan itu meninggal dunia.

Dia menuturkan mahasiswi tersebut melahirkan bukan aborsi. "Kalau aborsi kan belum waktunya lahir tapi dipaksa lahir terus dimatikan. Kalau ini melahirkan," kata dia, Jumat.

Suharyono menuturkan saat ini mahasiswi berinisial DW itu masih menjalani pemeriksaan di Unit PPA Satreskrim Polres Madiun Kota. Pihaknya belum mengetahui motif dari DW melahirkan di kamar mandi hingga menyebabkan bayi yang dilahirkan meninggal dunia.

Polisi juga tidak menemukan ada cekikan di leher bayi ataupun tanda-tanda penganiayaan. Polisi juga menemukan uang Rp20.000 di dompet DW.

"Ada uang Rp20.000 di dompetnya. Apakah ini karena tidak memiliki biaya atau apa masih kita dalami. Yang jelas bayi itu lahir di kamar mandi. Dan saat dibawa ke rumah sakit bayi itu meninggal dunia," kata Kasatreskrim.

Sumber : bisnis.com