Kemenhaj Temukan 597.860 Data Jemaah Haji Bermasalah
Kemenhaj memperkuat integrasi data setelah menemukan 597.860 data jemaah bermasalah di tengah antrean haji yang mencapai 5,7 juta orang.
Ilustrasi pasukan Israel menangkap seorang perempuan Palestina pengunjuk rasa dalam sebuah protes menuntut Israel membebaskan remaja Palestina bernama Ahed Tamimi, dekat Penjara Ofer Israel dekat kota Ramallah Tepi Barat, Kamis (28/12/2017). /REUTERS-Mohamad Torokman
Harianjogja.com, DUBAI--Pasukan keamanan Arab Saudi menewaskan sejumlah orang selama operasi di wilayah Al-Qatif Timur, yang didominasi pengikut Syiah, lapor stasiun TV Al-Hadath di akun Twitter pada Sabtu (11/5/2019).
Provinsi penghasil minyak tersebut kerap menjadi titik nyala antara pemerintah, yang didominasi Sunni, dan kaum Syiah minoritas --yang mengeluhkan diskriminasi dan marginalisasi. Pihak berwenang Arab Saudi membantah perlakuan buruk tersebut.
Operasi berlangsung di Pulau Tarout, tak jauh dari Kota Qatif, demikian informasi stasiun TV milik Arab Saudi, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.
Menurut media, dinas keamanan Arab Saudi kerap menggelar operasi di daerah tersebut, dengan korban tewas yang dilaporkan selama operasi pada Januari hingga September.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemenhaj memperkuat integrasi data setelah menemukan 597.860 data jemaah bermasalah di tengah antrean haji yang mencapai 5,7 juta orang.
Donald Trump mengkritik keputusan Nobel Perdamaian 2026 yang diberikan kepada Navi Pillay dan menyebut keputusan itu mencoreng Norwegia.
Alex Rins meminta maaf setelah mengacungkan jari tengah kepada marshal di MotoGP Mandalika 2026. Insiden terjadi saat sesi Practice menyisakan dua menit.
Astra membangun amphitheater di Desa Sejahtera Astra Kemiren, Banyuwangi, untuk melestarikan budaya Osing sekaligus mendorong pengembangan wisata dan ekonomi ma
DPRD Kota Jogja mendorong promosi dan event rutin di berbagai destinasi, termasuk kampung wisata, agar pengunjung tertarik tinggal lebih lama.
Michael Smith dipenjara 18 bulan setelah menggunakan lagu AI dan ribuan akun bot untuk memanipulasi pemutaran musik serta meraup jutaan dolar royalti.