Advertisement
KPU : Sudah 225 Petugas Pemilu Meninggal Dunia
Warga mengangkat jenazah Sudirdjo, seorang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu serentak 2019 yang meninggal dunia usai mendapatkan perawatan di rumah sakit untuk dimakamkan di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (23/4/2019). KPU Kota Bekasi mencatat sebanyak tiga orang petugas KPPS meninggal dunia usai bertugas dalam proses pemungutan suara Pemilu serentak 2019./ANTARA FOTO - Risky Andrianto
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Petugas pemungutan suara pada Pemilu 2019 yang meninggal dunia terus bertambah.
Jumlah petugas penyelenggara pemilu 2019 yang meninggal kembali bertambah. Perkembangan terbaru, jumlah penyelenggara pemilu yang meninggal saat bertugas mencapai 225 orang.
Advertisement
Perkembangan itu disampaikan Komisioner KPU RI Viryan. Dia juga menyebut, ada 1.470 penyelenggara pemilu yang sakit karena pemilu. "Data ini hingga pukul 18.00 WIB," kata Viryan kepada wartawan di Jakarta, Kamis (25/4/2019).
Saat ini, KPU bersama pemerintah yang diwakili Kementerian Keuangan dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara sedang membahas besar santunan yang akan diberi kepada penyelenggara pemilu korban. Santunan akan diberikan menggunakan anggaran dari APBN.
Kemenkeu sudah setuju untuk menganggarkan santunan bagi petugas pemilu yang menjadi korban. Akan tetapi, belum diketahui berapa besaran santunan yang akan diberikan bagi mereka.
Terpisah, Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan menyebut ada kemungkinan pemberian santunan akan dimulai akhir pekan ini. "Minggu ini bisa dimulai," ujar Wahyu di kantornya.
Sejumlah elemen masyarakat hingga kini sudah memberi santunan bagi penyelenggara pemilu yang jadi korban. Salah satunya adalah Sosiolog dari Universitas Indonesia Imam Prasodjo dan teman-teman yang datang ke KPU RI.
Untuk mengenang penyelenggara pemilu yang meninggal, Komisioner KPU RI Hasyim Asy'ari menyerukan agar anggota KPU di semua daerah menggelar dia bersama dan salat gaib. Seruan itu disampaikan Hasyim setelah mendengar jumlah terbaru korban jiwa karena pemilu 2019.
"Kami menyerukan kepada KPU Provinsi sampai KPU Kabupaten/Kota seluruh Indonesia menggelar doa bersama untuk jajaran penyelenggara pemilu yang meninggal dan sakit. Khusus yang beragama Islam, besok lusa setelah salat jumat melaksanakan salat gaib dalam rangka mendoakan saudara kita penyelenggara pemilu yang meninggal," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
- Pendatang ke Jakarta Didominasi Usia Produktif Minim Keterampilan
Advertisement
Dari Sawah ke Tanah Suci, Kisah Mardijiyono Menjemput Haji di Usia 103
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan Kini Dilengkapi Antrean Digital
- Sindikat Oplos LPG Subsidi Terbongkar, Keuntungan Rp1,3 Miliar Perhari
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- Harga Pangan Global Naik Lagi, FAO Soroti Dampak Konflik Timur Tengah
- UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan bagi 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
Advertisement
Advertisement








