Korban Meninggal Ambruknya Musala Ponpes Al-Khoziny Jadi 36 Santri
Angka tersebut sekaligus menambah jumlah korban yang meninggal menjadi 36 orang
Terminal internasional Bandara Ngurah Rai di Bali./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA--PT Angkasa Pura I (Persero) memastikan Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali telah kembali normal setelah kebakaran yang terjadi pukul 16.00 Wita, Jumat (19/4/2019).
Corporate Communication Senior Manager AP I Awaluddin menyatakan kebakaran terjadi di area Terminal Domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali sore tadi.
"Dengan kesigapan dan kecepatan Petugas PKP-PK dan Avsec Bandara telah berhasil memadamkan api pada pukul 17.00 WITA dan mengevakuasi penumpang ketempat yang aman dari sekitar lokasi kejadian," kata Awaluddin dalam siaran pers, Jumat (19/4/2019).
Dia menambahkan mengenai penyebab terjadinya kebakaran saat ini pihaknya sedang menunggu investigasi lebih lanjut dari pihak terkait.
Atas kejadian ini manajemen Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali meminta maaf atas ketidaknyaman yang timbul akibat aktivitas pemulihan area yang terkena dampak dari kejadian kebakaran ini. Kendati demikian, lanjutnya, secara umum kebakaran ini tidak mengganggu aktivitas penerbangan di bandara.
Calon penumpang yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai situasi di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali diimbau untuk dapat menghubungi Contact Center AP I di nomor 172 maupun di akun twitter @angkasapura172.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Angka tersebut sekaligus menambah jumlah korban yang meninggal menjadi 36 orang
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.
Tiga calon Sekda Sleman sudah dikantongi Bupati. Tinggal tunggu restu Sri Sultan sebelum pelantikan.