Salip Konvoi, Seorang Wartawan Dianiaya Ormas Peserta Kampanye

Wartawan Borobudurnews, Hanif Adi Prasetyo saat melapor di Polres Magelang, Kamis (11/4/2019). - Ist/Dok Polres Magelang
11 April 2019 22:57 WIB Nina Atmasari News Share :

Harianjogja.com, MAGELANG—Seorang wartawan di Magelang dianiaya sejumlah anggota organisasi massa (ormas) pendukung pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto- Sandiaga Uno saat hendak berangkat meliput acara kampanye akbar capres-cawapres tersebut, Kamis (11/4/2019).

Wartawan tersebur bernama Hanif Adi Prasetyo, 29, warga Desa Gunungpring, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang. Ia merupakan wartawan media online Borobudurnews.com. Saat kejadian, ia sedang berangkat untuk meliput Kampanye Akbar Prabowo-Sandi di Lapangan Soepardi Kota Mungkid.

Hanif menjelaskan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB, saat ia berangkat dari rumahnya. Sampai di perempatan Gunungpring ada rombongan konvoi anggota ormas peserta kampanye yang sedang melintas. Karena ingin segera sampai di lokasi peliputan, Hanif berusaha mendahului rombongan tersebut.

Namun, tiba-tiba ia melewati salah satu peserta konvoi yang menggunakan knalpot besar.

“Saya berusaha berhenti dan menghindari knalpot tersebut dengan mengangkat kaki saya. Tetapi peserta yang lain malah meneriaki saya, dan dikira saya mau menendang orang yang menggunakan knalpot besar tersebut. Setelah itu saya langsung di keroyok kurang lebih lima orang dari massa tersebut,” terang Hanif seusai kejadian.

Ia mengaku dicekik dan diseret serta diinjak-injak oleh massa ormas tersebut. Ia juga sempat merekam rombongan massa tersebut. Selanjutnya, ia melaporkan kejadian tersebut pada personel polisi yang berjaga di dekat lokasi kejadian.

Tak lama kemudian, tim Reskrim Polres Magelang pun langsung meluncur ke TKP untuk melakukan proses olah TKP.

Waka Polres Magelang, Kompol Eko Mardiyanto, yang sedang berada di Polsek Muntilan langsung memerintahkan jajaran Reskrim Polres Magelang untuk melakukan proses visum pada korban di RSUD Muntilan.

“Hasil visum korban mengalami luka pada bagian bibir. Saat ini petugas masih melakukan penyelidikan lebih lanjut,” terangnya.

Ia juga sangat menyayangkan peristiwa tersebut, dan akan melakukan pemeriksaan lebih mendalam untuk mengungkap kasusnya.