Aliansi Pengusaha Nasional: Infrastruktur Era Jokowi Ugal-ugalan & Membebani Ekonomi Nasional

Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) periode 2008-2011 Erwin Aksa (kiri) bersama Ketua Umum Himpunan Pengusaha Pribumi Suryani Motik pada deklarasi dukungan Aliansi Pengusaha Nasional di Jakarta, Kamis (21/3/2019). - JIBI/Bisnis Indonesia/Jaffry Prabu Prakoso
29 Maret 2019 23:07 WIB Fitri Sartina Dewi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA  – Aliansi Pengusaha Nasional (Apnas) menuding pembangunan infrastruktur pada era pemerintahan Joko Widodo malah membebani perekonomian nasional.

Salah satu inisiator Apnas, Erwin Aksa, mengaku bersama teman-teman pengusaha lainnya cukup gemas dengan pembangunan infrastruktur yang terkesan ugal-ugalan.

Dia menuturkan selain karena menambah utang negara yang jumlahnya semakin membengkak, dampaknya pun dinilai tidak signifikan terhadap laju ekonomi Indonesia.

"Sekarang realitanya adalah laju perekonomian di Indonesia sangat lambat dan tidak bisa dikatakan baik-baik saja, di sinilah kita para pengusaha melihat ada yang salah," ujar Erwin dalam keterangan resmi yang diterima Jaringan Informasi Bisnis Indonesia pada Jumat (29/3/2018).

Erwin yang juga Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Konstruksi dan Infrastruktur menambahkan bahwa rasa prihatin yang dirasakan para pengusaha nasional ini menjadi latar belakang Apnas mengadakan Economics FGD yang bertajuk Politik Pembangunan Infrastruktur belum lama ini.

"Tujuan kami mengadakan acara FGD adalah untuk berdiskusi dengan ekonom, pengusaha, dan peserta yang hadir mengenai signifikansi infrastruktur yang dibangun pemerintah. Data sudah berbicara, infrastruktur dibangun secara ugal-ugalan,” ungkapnya.

Dalam FGD tersebut, Apnas menghadirkan tokoh ekonom senior seperti Faisal Basri dan Rizal Ramli sebagai narasumber, serta Kosmian Pudjiadi selaku perwakilan dari dunia usaha yang juga merupakan Wakil Ketua Umum Kadin.

"Ada kutipan yang saya sangat setuju dari Rizal Ramli yang mengatakan pemerintahan sekarang itu tiga O, yaitu overprice, oversupply, overborrow,” tuturnya.

Selain itu, masih mengutip pernyataan yang disampaikan Rizal Ramli, Erwin mengatakan bahwa pemerintahan sekarang kurang memihak pengusaha nasional, sehingga laju ekonomi Indonesia lesu.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia