Pecah, Eksponen HMI Jogja Dukung Jokowi-Ma’ruf Amin

Marzuki (paling kiri), M. Taufik (tengah) eksponen HMI yang menyatakan dukungan terhadap Jokowi-Maruf di sela-sela pertemuan alumni HMI di Jogja, Minggu (24/3/2019). - Harian Jogja/Sunartono.
25 Maret 2019 05:57 WIB Sunartono News Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Sejumlah eksponen Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) asal Jogja menyatakan dukungannya terhadap pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019.

Sengitnya perbedaan pendapat dalam Pilpres 2019, membuat eksponen HMI Jogja pecah dukungan, selain ke Jokowi banyak juga yang merapat ke Prabowo.  Dari pihak pro Jokowi sendiri beralasan dukungan itu diberikan dengan alasan selama kepemimpinan, Jokowi membawa kemajuan ekonomi Indonesia.

Gerakan dukungan terhadap Jokowi ini digawangi sejumlah mantan aktivis HMI Jogja antara lain Marzuki AR, Muhammad Taufik dan Budi Nuryanto. “Setelah kami meneliti dengan sosok dari Pak Jokowi, bahwa beliau tidak seperti yang dituduhkan. Beliau bukan anti Islam, beliau juga bukan anak PKI, karena itulah alumni HMI Jogja menyatakan dukungan kepada Jokowi untuk kembali memimpin Indonesia di masa mendatang,” kata Marzuki dalam pertemuan para alumni HMI yang digelar di Kota Jogja,  Minggu (24/3/2019).

Ia menambahkan, dalam pertemuan itu dihadiri sekitar 50 alumni HMI dari berbagai periode selama aktif di HMI. Gerakan dari Jogja tersebut, kata dia, diharapkan menjadi pendorong ke arah nasional bagi para alumni HMI untuk memberikan dukungan kepada Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Pertemuan awal ini mensolidkan alumni yang memang pro Jokowi, tanpa mengurangi penghormatan kami bagi teman-teman yang pro Prabowo. Dan ini nanti mendorong tingkat nasional,” ujarnya.

Muhammad Taufik yang juga alumni HMI Cabang Bulaksumur mengakui di kalangan eksponen HMI Jogja sendiri terjadi perbedaan pendapat, antara pihak yang mendukung Jokowi dengan Prabowo. Ia melihat dukungan yang diberikan kepada Prabowo dari kalangan alumni HMI Jogja bukan karena secara tegas disampaikan melalui publik, namun lebih pada berbagai pendapat mereka disampaikan melalui grup medsos seperti Whatsapp alumni HMI.

Di grup tersebut para mantan aktivis HMI banyak yang bersuara dan pro terhadap Prabowo meski tidak sedikit pula yang diam. Perbedaan pendapat seringkali terjadi, namun ia menilai wajar dan sangat menghargai dinamika tersebut. “Bahkan saya yang pro Jokowi ini juga sempat dikeluarkan dari grup Whatsapp. Kami juga belum tahu, teman-teman yang diam ini menyatakan dukungan kemana, kalau yang banyak bersuara memang mereka ke Prabowo,” katanya.

Taufik mengatakan, perkembangan kemajuan ekonomi Indonesia selama kepemimpinan Jokowi menjadi alasan ia secara terang-terangan memberikan dukungan kepada Jokowi. Kemajuan ekonomi itu, kata dia, diakui kalangan profesional dan pengusaha. Di sisi lain, soal infrastruktur di era Jokowi membawa Indonesi bergerak lebih cepat, meski harus diakui beberapa di antaranya merupakan kelanjutan pembangunan er SBY.

“Tuntutan Asean free trade, Asean plus China mau nggak mau harus dikejar atau keluar dari kesepakatan itu, nah Pak jokowi memiih untuk mengejar, Pak Jokowi sudah on the track mengejar ketertinggalan itu. Soal ada kalangan yang tergopoh-gopoh, terkaget-kaget tidak bisa mengikuti, itu memang  konsekuensi  dari orang bergerak cepat, sehingga yang lain ketinggalan jauh,” ucapnya.

Marzuki mengatakan, jelang Pilpres yang tersisa waktu tak lebih dari sebulan ini, pihaknya akan melakukan beberapa pertemuan lanjutan untuk mensolidkan dukungan dari beberapa eksponen HMI. “Sekali lagi kami sangat menghormati teman-teman yang mendukung Prabowo,” ujarnya.