Harga Emas Turun! Buyback Antam, UBS, Galeri 24 Kompak Melemah
Harga buyback emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian turun pada 19 Juni 2026. Simak daftar lengkapnya.
Cockpit Voice Recorder (CVR) Lion Air PK-LQP berhasil ditemukan Senin (14 Januari 2019) pukul 08.40 WIB.Foto: Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal)
Harianjogja.com, JAKARTA – Seorang pilot yang sedang tak bertugas menjadi penyelamat dalam penerbangan Lion Air PK LQP, beberapa jam sebelum Boeing 737 Max 8 itu jatuh ke Laut Jawa pada 29 Oktober 2018 lalu.
Dilansir dari Bloomberg, seorang pilot yang sedang tak bertugas menjadi penyelamat seluruh kru dan penumpang setelah mengatasi masalah dalam penerbangan Lion Air PK LQP dari Denpasar ke Jakarta pada 28 Oktober 2018.
Berdasarkan dua orang sumber yang terlibat dalam investigasi kecelakaan Lion Air, pilot tersebut kebetulan menumpang dalam penerbangan dan duduk di kursi cadangan di dalam kokpit.
Pilot tersebut mampu mendiagnosis masalah dengan tepat dan menonaktifkan sistem kontrol penerbangan yang mengalami malfungsi. Pilot meminta kru untuk memutus arus listrik ke motor yang menggerakkan hidung pesawat ke bawah. Pesawat pun berhasil mendarat dengan selamat di Jakarta.
Keesokan harinya, dalam penerbangan dai Jakarta ke Pangkalpinang, pesawat tersebut disebut mengalami masalah yang sama dan jatuh di Laut Jawa, menewaskan seluruh 189 orang di dalamnya.
Fakta ini dapat menjadi petunjuk baru dalam penyelidikan kecelakaan pesawat Boeing 737 Max 8 milik Lion Air. Hasil penyelidikan awal pada kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines pun menunjukkan adanya kemiripan dengan kecelakaan Lion Air.
Kehadiran pilot ketiga ini belum pernah diungkapkan sebelumnya oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Lion Air, serta Boeing.
“Semua data dan informasi yang kami miliki di penerbangan dan pesawat telah diserahkan ke KNKT. Kami tidak dapat memberikan komentar tambahan pada tahap ini karena penyelidikan yang sedang berlangsung atas kecelakaan itu," kata juru bicara Lion Air Danang Prihantoro melalui telepon, seperti dikutip Bloomberg.
Laporan KNKT mengatakan pesawat mengalami beberapa kegagalan pada penerbangan sebelumnya dan belum diperbaiki dengan benar.
Perwakilan untuk Boeing KNKT menolak untuk mengomentari penerbangan sebelumnya.
Sistem keamanan, yang dirancang agar pesawat tidak naik terlalu curam mengalami stall, telah diawasi oleh penyelidik kecelakaan Lion Air, serta kecelakaan Ethiopian Airlines. Sensor yang rusak diyakini telah membuat komputer pesawat Lion Air berpikir bahwa pesawat perlu menurunkan hidung secara otomatis untuk menghindari stall.
Sejak 13 Maret, regulator penerbangan AS (FAA) melarang operasi seluruh pesawat Boeing 737 Max setelah ditemukannya kemiripan masalah pada kecelakaan Ethiopian Airlines 10 Maret lalu dengan kecelakaan Lion Air.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Harga buyback emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian turun pada 19 Juni 2026. Simak daftar lengkapnya.
Timnas voli putri Indonesia hadapi AVC 2026 tanpa Megawati. Khanza/Arsela isi opposite. Target enam besar. Lawan Kazakhstan, Thailand, Australia.
Google Discover kini bisa diatur menggunakan prompt bahasa alami. Pengguna dapat mengarahkan algoritma agar menampilkan konten yang lebih relevan.
NCT 127 kembali konser di Jakarta pada 3 Oktober 2026. Tiket General Sale mulai Rp1,35 juta hingga Rp3,5 juta.
Gempa magnitudo 3,5 di Bantul menyebabkan dua rumah warga di Sorosutan, Kota Jogja, mengalami retak pada bagian tembok ruang tamu.
Setelah memperkenalkan logo dan moto baru “Dare to Be”, HONOR memperkuat kehadirannya di Indonesia melalui HONOR Tour.