3 Bocah Tewas Di Kubangan Bekas Galian C Masih Diselidiki

Proses evakuasi tiga anak yang meninggal di lokasi galian C Banyubiru,Gondangrejo, Karanganyar, Senin (18/3/2019) dini hari. (Istimewa - Triyanto)
20 Maret 2019 12:27 WIB Sri Sumi Handayani News Share :

Harianjogja.com, KARANGANYAR--Sampai saat ini, aparat Reskrim Polres Karanganyar masih menyelidiki kasus kematian tiga bocah yang tenggelam di kubangan bekas tambang galian C di Banyubiru, Jatikuwung, Gondangrejo, Senin (18/3/2019) dini hari lalu. Belum dapat dipastikan apakah kasus ini akan berlanjut ke ranah hukum atau tidak.

Kasat Reskrim Polres Karangangar, AKP Purbo Ajar Waskita, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Catur Gatot Efendi, mengatakan masih menyelidiki terkait kasus tiga anak yang meninggal diduga tenggelam di bekas galian c Desa Jatikuwung, Kecamatan Gondangrejo.

Purbo menyampaikan hal itu saat ditanya apakah polisi akan memproses kasus tersebut. "Kami masih melakukan klarifikasi kepada saksi maupun pemilik lahan. Kami akan mengundang mereka untuk klarifikasi dulu. Kasus itu kami [Polres Karanganyar] yang menangani," ujar dia saat dihubungi Solopos.com melalui aplikasi pesan Whatsapp, Selasa (19/3/2019).

Sebagaimana diinformasikan, tiga bocah yakni Tito Aji Suhartanto, 9, warga Ngledok RT 003/RW 007, Jatikuwung, Gondangrejo; M. Viar Anugerah, 10, warga Ngledok RT 004/RW 007, Jatikuwung, Gondangrejo; dan Fadli Ardian Putra, 9, warga Ngledok RT 005/RW 007, Jatikuwung, Gondangrejo.

Ketiganya pergi bersepeda pada Minggu (17/3/2019) mengikuti rombongan pengendara trail. Hingga sore ketiga bocah yang bertetangga itu tak kunjung pulang dan keluarga khawatir kemudian meminta bantuan sukarelawan siaga bencana untuk melakukan pencarian. Ketiga bocah itu ditemukan tak bernyawa di kubangan bekas tambang selepas tengah malam.

Pemilik lahan pertambangan, Sigit Pramono, langsung mendatangi keluarga korban guna menyampaikan permintaan maaf dan memberikan santunan. Dia mengatakan izin pertambangan itu baru habis sekitar dua pekan lalu dan rencananya direklamasi pekan ini, namun reklamasi ditunda karena ada musibah tersebut.

Sumber : Solopos.com