Advertisement
Ini Penyebab Kericuhan Pendukung Capres di Jl. Magelang Menurut Peneliti LIPI
Petugas melakukan pengecekan kualitas surat suara Pilpres 2019 saat pencetakan surat suara di Jakarta, Minggu (20/1/2019). - ANTARA/Muhammad Adimaja
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA -- Kericuhan yang melibatkan pendukung Prabowo Subianto dan kelompok yang membawa spanduk Joko Widodo (Jokowi) di Jalan Magelang, Kudu Dukuh, Sendangadi, Mlati, Sleman, Rabu (27/2/2019) dinlai terjadi karena buruknya manajemen kampanye.
Peneliti politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris berkata, jika kampanye tertata maka tak mungkin ada kericuhan. Meski begitu, dia tak menutup kemungkinan adanya pihak tertentu yang sengaja membuat kericuhan.
Advertisement
"Mungkin ada yang menciptakan situasi yang demikian [ricuh] untuk kepentingan-kepentingan politik," kata Syamsuddin di kantor Komnas HAM, Jakarta, Jumat (1/3/2019).
Gesekan antara dua kelompok terjadi di Dusun Kutu Dukuh Sinduadi, Mlati, Sleman, Rabu (27/2/2019) siang. Beberapa orang yang membawa spanduk Jokowi- Ma'ruf Amin bertemu dengan rombongan pendukung Prabowo di sekitar Jl. Magelang. Salah seorang saksi mata yang enggan disebutkan namanya mengatakan pada saat kejadian ia sedang berdiri di depan rumahnya. Tiba-tiba terjadi kericuhan.
“Iya ada lempar-lemparan batu, ada perusakan bendera juga. Saya tidak tahu dari kelompok mana, tetapi sepertinya tidak ada korban, karena sudah banyak polisi,” ujar dia, Rabu (27/2/2019).
Kapolsek Mlati Kompol Yugi Bayu mengungkapkan belum bisa memastikan penyebab peristiwa tersebut. Menurutnya, massa datang dari selatan ke utara dengan berjalan kali, mereka kemudian masuk ke perkampungan.
Kapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah datang ke lokasi kejadian. Seusai melihat lokasi dan berdialog dengan warga, dia menempatkan personel kepolisian bersenjata lengkap. “Tidak ada apa-apa semua sudah kondusif, tadi ada anggota mengeluarkan tembakan peringatan, hanya menghalau agar tidak ada gesekan,” kata AKBP Rizky.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Batas Lapor SPT 30 April, Telat Kena Denda Rp100.000
- Terjebak di Lantai 23, Ini Pesan di Baju Selamatkan Penghuni Kebakaran
- KUR Perumahan Tembus Rp14 Triliun, Pemerintah Genjot Kota Satelit
- Kasus Penganiayaan Balita di Daycare Aceh, Pemkot: Hanya 6 TPA Berizin
- Usulan Kurikulum Keselamatan Transportasi Muncul Usai Tragedi Bekasi
Advertisement
Advertisement
Thailand Bakal Hapus Bebas Visa, Turis Wajib Verifikasi Saldo Keuangan
Advertisement
Berita Populer
- MayDay 2026, Bupati Sleman Gelar Dialog dengan Serikat Buruh
- 95 Pelanggaran TKA SD-SMP Terungkap, Mayoritas Dilakukan Pengawas
- Update Puting Beliung Sleman Rusak 20 Titik, Ngaglik Terparah
- Kolaborasi IDM-BTN Dorong Pariwisata Budaya Kelas Dunia
- Tanggul Sungai Plumbon Jebol, Banjir Rendam Mangkang Kulon Semarang
- Layanan KA Jarak Jauh Kembali Normal Bertahap Mulai 30 April 2026
- Daftar KA Tambahan Jogja untuk Libur Panjang Mei, Cek di Sini
Advertisement
Advertisement






