PROGRAM KEMENKES: Masalah Penyakit Menular Alami Perbaikan

Newswire
Newswire Jum'at, 01 Maret 2019 14:10 WIB
PROGRAM KEMENKES: Masalah Penyakit Menular Alami Perbaikan

Ilustrasi /JIBI-Harian Jogja

Harianjogja.com, JAKARTA--Kementerian Kesehatan mengklaim sejumlah masalah penyakit menular di Indonesia secara statistik mengalami perbaikan pada 2018.


Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Anung Sugihantono pada Rapat Koordinasi Teknis Program Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) di Tangerang, beberapa hari lalu.

Anung mengatakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat salah satunya malaria. Jumlah cakupan penduduk yang terhindar oleh risiko penularan malaria sebanyak 196.452.431 penduduk atau sebesar 87% di 285 kabupaten/ kota. Jumlah itu lebih tinggi dibandingkan pada 2015 yang cakupan penduduk terhindar dari risiko penularan malaria sebanyak 173.186.486 penduduk atau 68% di 232 kabupaten/kota. Selain itu, kasus kematian akibat rabies juga menurun. Anung menjelaskan pada 2018 jumlah kasus menurun menjadi 86 kasus.

“Untuk kasus kematian akibat rabies menurun, di 2015 dari 118 kasus, menjadi 86 kasus di 2018,” kata Anung, dikutip dari rilis yang diterima, Kamis (28/2/2019).

Terkait HIV, dari 2.135.365 penduduk yang dites, sebanyak 314.143 yang positif, 212.240 mulai minum obat, dan sebanyak 134.344 orang sudah mendapatkan terapi antiretroviral (ART).

Sedangkan TBC, terdapat 1.508.864 kasus TB yang diobati sejak 2015, dengan angka keberhasilan pengobatan sebesar 86%.

Anung juga mengatakan terkait penyakit kusta, pada 2018 Kemenkes dan pemerintah daerah telah berhasil mengeliminasi kusta di 24 provinsi. “Angka prevalensi kusta sebesar 0,70 per 10.000 penduduk, di 2018 terdapat 24 provinsi yang sudah eliminasi kusta,” kata Anung.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Share

Laila Rochmatin
Laila Rochmatin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online