Pembangunan Makassar Newport Tahap Pertama Capai 99%

Aktivitas menurunkan kontainer dari atas kapal di Makassar Newport, Selasa (26/2/2019). - Harian Jogja/Sunartono.
26 Februari 2019 20:17 WIB Sunartono News Share :

Harianjogja.com, MAKASSAR--Pemerintah melalui PT Pelindo IV membangun Pelabuhan Makassar Newport dengan panjang dermaga mencapai 360 meter. Pembangunan tahap pertama itu telah mencapai 99% dan rencananya akan diresmikan Presiden Joko Widodo pada Maret 2019 mendatang.

Pelabuhan ini diklaim sangat mendesak dibangun karena terminal peti kemas yang saat ini ada, diprediksi sudah tidak mampu menampung lagi hingga dua tahun ke depan. Saat ini banyak kapal yang mengantre berhari-hari ketika akan berlabuh ke dermaga.

"Jadi sebenarnya ini sudah telat, harusnya empat atau lima tahun lalu, pelabuhan baru ini sudah dibangun. Karena terminal peti kemas yang saat ini sudah tidak mampu menampung, sudah tidak bisa dilebarkan karena kondisinya di area kota," terang Direktur PT Intan Terminal Makassar Edy Nusewan di sela-sela menerima kunjungan Biro Humas dan Protokol Pemda DIY, di Kantor Pelindo IV Makassar, Selasa (26/2/2019).

PT Intan Terminal Makassar merupakan anak usaha dari Pelindo IV yang mengelola Makassar Newport. Edy menegaskan pentingnya keberadaan pelabuhan baru, saat ini terminal peti kemas di Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar hanya mampu menampung 750.000 teus kontainer per tahun, padahal saat ini sudah mencapai 650.000 teus per tahun. Sehingga banyak kapal yang harus menunggu berhari-hari di lepas pantai untuk menunggu antrean menuju dermaga dan menurunkan atau menaikkan kontainer.

"Padahal produk perikanan di Sulsel ini terus meningkat, ekspornya semakin banyak. Sehingga kebutuhan akan adanya pelabuhan baru ini sangat mendesak," ucapnya.

Asisten Manager Operasi Makassar Newport Apoltinus Sinaga mengatakan, saat ini pembangunan Makassar Newport telah mencapai 99% untuk tahap pertama dengan panjang dermaga 360 meter dan luas 22 hektare serta kedalaman kolam 16 meter. Pelabuhan ini ke depan mampu menampung 1.677.775 teus kontainer per tahun. Meski pembangunan gedung masih berjalan, namun ia memastikan pelabuhan ini siap jika diresmikan Presiden Joko Widodo pada Maret 2019 mendatang.

"Saat ini sudah mencapai 99% perkantoran akan segera selesai, bahkan kami sudah memberikan layanan peti kemas," ujarnya.

Apoltinus mengatakan layanan bongkar muat kontainer di Makassar Newport ini telah berjalan sejak dilakukan soft launching pada Nopember 2018 silam meski sempat berhenti. Saat ini menggunakan dua unit container crane (CC) untuk beroperasi dengan mampu membongkar 24 teus kontainer per jam untuk satu alat CC. Pihaknya memberikan toleransi lima hari kepada pemilik kontainer untuk tetap berada di pelabuhan, selebihnya maka akan dikenakan denda.

Pembangunan pelabuhan ini akan terus berjalan hingga 2032 mendatang. Dengan target panjang dermaga mencapai 3.043 meter dengan luas 228 hektare. "Saat ini baru tahap pertama," ucapnya.