Ma'ruf Amin Minta Aktor Intelektual di Balik Kampanye Hitam di Karawang Ditangkap

Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin saat membacakan doa penutup pidato kebangsaan calon Presiden Joko Widodo dalam acara Konvensi Rakyat bertema Optimis Indonesia Maju di International Convention Center, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (24/2/2019). - Antara
26 Februari 2019 13:17 WIB Lalu Rahadian News Share :

Harianjogja.com, KUNINGAN--Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin meminta pihak kepolisian segera mencari dan menangkap aktor intelektual di balik dugaan kampanye hitam yang terjadi di Karawang, Jawa Barat. Menurut Ma'ruf, jika aktor intelektualnya tidak ditangkap, maka kampanye hitam berpotensi terjadi lagi.

"Saya kira itu harus terus diproses karena harus dicari aktor intelektualnya. Sebab kalau tidak ini bakal ada lagi keluar. Jadi sumber hoaks itu harus diketahui dan harus diproses," kata Ma'ruf di Kuningan, Jawa Barat, seperti tertulis di keterangan yang diterima Bisnis, Selasa (26/2/2019).

Dugaan kampanye hitam tersebut terlihat dalam video yang beredar beberapa hari lalu. Dalam rekaman itu ada dua perempuan yang menyebut bahwa Jokowi akan melarang memandang azan serta melegalkan pernikahan sejenis jika menang pemilu 2019.

Ma'ruf khawatir dengan maraknya kampanye hitam seperti itu. Dia menyebut kampanye seperti itu bisa menimbulkan konflik di masyarakat. "Ini sangat berbahaya bagi demokrasi penegakan demokrasi dan keutuhan bangsa ini," katanya.

Menanggapi beredarnya video dugaan kampanye hitam tersebut, Polres Karawang telah mengamankan tiga  orang perempuan yang terlibat. Kapolres Karawang AKBP Nuredy Irwansyah mengungkapkan ketiga perempuan yang diamankan bernama Engqay Sugiyanti, 49; Ika Peranika, 45; dan Citra Widaningsih, 44. 

Sumber : bisnis.com