Modus Sultan Nusantara di Banyumas, Korban Rugi Rp50 Juta
Polisi Banyumas membongkar penipuan berkedok “Sultan Nusantara”. Korban rugi Rp50,8 juta usai dijanjikan pembersihan harta dan haji.
Pembalap Muhammad Hasyim Zaki Adil Semasa Hidup (foto: Instagram)
Harianjogja.com, BONDOWOSO - Nasib nahas menimpa pembalap nasional Indonesia Muhammad Hasyim Zaki Adil. Ia tewas dibunuh usai menyetel sepeda motor di Desa Taal, Kecamatan Tapen, Kabupaten Bondowoso.
Dari informasi yang dihimpun, peristiwa ini berawal dari Zaki yang sedang mencoba sepeda motor balapnya di sekitar rumahnya, tiba-tiba bersenggolan dengan salah seorang pengendara yang melintas di jalan Desa Taal, pada Jumat 15 Februari 2019 malam.
Pria bernama Faesal Karim, warga Desa Tapen, Kecamatan Tapen, Kabupaten Bondowoso usai bersenggolan, emosi usai disenggol Zaki dan mengejarnya.
Namun, bukannya menyelesaikan secara baik, Faesal langsung menusukkan sebuah pisau ke tubuh Zaki hingga berlumuran darah.
Zaki sempat mendapat pertolongan dari warga dan membawanya ke rumah sakit terdekat. Namun karena mengeluarkan darah terlalu banyak, nyawanya tak bisa tertolong.
"Semalam sudah kami tangkap. Dan hari ini kami teruskan pemeriksaan terhadap saksi dan tersangka,," ujar Kasatreskrim Polres Bondowoso AKP Jamal, dikutip dari Okezone, Sabtu (16/2/2019).
Selain mengamankan pelaku, polisi menyita sebuah pisau yang masih terdapat bercak darah sebagai alat untuk menghabisi nyawa Zaki.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Polisi Banyumas membongkar penipuan berkedok “Sultan Nusantara”. Korban rugi Rp50,8 juta usai dijanjikan pembersihan harta dan haji.
Hilman Latief bantah terima aliran dana korupsi kuota haji. KPK terus dalami kasus yang menjerat mantan Menag Yaqut.
Resep tongseng kambing tanpa santan, empuk dan tidak bau. Cocok untuk olahan daging kurban Iduladha di rumah.
Stadion Atlanta jadi venue semifinal Piala Dunia 2026. Cek jadwal lengkap fase grup hingga semifinal di sini.
KPK menduga Fadia Arafiq intervensi Pilkada Pekalongan 2024. Simak fakta OTT, aliran dana Rp19 miliar, dan kasusnya.
Makna sehat kini bergeser. Tak selalu sembuh total, penyakit kronik menuntut adaptasi dan cara hidup baru.