Seleksi P3K Pakai CAT, Honorer K2 Diminta Persiapkan Diri

Ilustrasi PNS - JIBI
16 Februari 2019 04:57 WIB Ujang Hasanudin News Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bantul, Danu Suswaryanta mengklaim sejauh ini tahapan seleksi penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di Bantul tidak ada masalah. Ia meminta peserta untuk mempersiapkan diri.

"Peserta K2 harus menguasai materi tes dan sistemnya. Karena seleksi ini menggunakan CAT [computer assisted test] jadi harus dipahami caranya supaya tidak keliru," kata Danu, saat dihubungi Kamis (14/2/2019).

Permintaan Danu ini berdasarkan dari data banyak K2 di Bantul yang belum bisa mengeporasikan komputer. Padahal kemampuan mengoperasikan komputer menjadi syarat mutlak untuk mengikuti tahapan tes berbasis atau computer assisted test (CAT). Oleh karena itu pihaknya meminta agar K-2 mempersiapkan diri.

Menurut Danu, sesuai jadwal yang sudah ditentukan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) adalah 23 Februari 2019 ini. Rencananya untuk Bantul akan dielar di komplek SMA 1 Bantul. Terkait sarana dan prasarana proses rekrutmen sudah, kata Danu, sudah dipersiapkan, sehingga tidak ada masalah.

Danu mengatakan yang masih belum siap justru dari anggaran untuk gaji. Karena bagaimanapun, menurutnya, setelah P3K resmi diterima maka perlu mempersiapkan gaji bulanannya. Sementara Pemerintah Kabupaten Bantul belum menanggarkan. Persoalan tersebut sampai saat ini masih menjadi pembahasan.

Pembahasan akan dilanjutkan melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), "Persoalan seleksi sudah tidak ada masalah. Ya mudah-mudahan soal gaji juga tidak bermasalah," ujar Danu.

Diketahui kuota P3K tahap pertama di Bantul sebanyak 331 orang. Kuota itu terdiri dari 255 orang K2 dari guru, 12 orang tenaga kesehatan, dan 64 orang penyuluh pertanian. Sebenarnya honorer K2 di Bantul tercatat ada 621 orang yang tersebar di berbagai oranisasi perangkat daerah (OPD), namun sebagian besar adalah tenaga teknis administrasi. Sisanya tenaga fungsional 331 orang. Data itu juga yang sudah tercatat di Badan Kepegawaian Negara (BKN).