Tiga Buah Lokal Jogja Diajukan untuk Sertifikasi Varietas
“Tahun ini kita mau proses (sertifikasi) tiga tanaman lokal. Ada alpukat Surokarsan, pisang Morosebo dan pisang Gendruwo,”
Ilustrasi PNS/JIBI
Harianjogja.com, BANTUL-Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bantul, Danu Suswaryanta mengklaim sejauh ini tahapan seleksi penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di Bantul tidak ada masalah. Ia meminta peserta untuk mempersiapkan diri.
"Peserta K2 harus menguasai materi tes dan sistemnya. Karena seleksi ini menggunakan CAT [computer assisted test] jadi harus dipahami caranya supaya tidak keliru," kata Danu, saat dihubungi Kamis (14/2/2019).
Permintaan Danu ini berdasarkan dari data banyak K2 di Bantul yang belum bisa mengeporasikan komputer. Padahal kemampuan mengoperasikan komputer menjadi syarat mutlak untuk mengikuti tahapan tes berbasis atau computer assisted test (CAT). Oleh karena itu pihaknya meminta agar K-2 mempersiapkan diri.
Menurut Danu, sesuai jadwal yang sudah ditentukan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) adalah 23 Februari 2019 ini. Rencananya untuk Bantul akan dielar di komplek SMA 1 Bantul. Terkait sarana dan prasarana proses rekrutmen sudah, kata Danu, sudah dipersiapkan, sehingga tidak ada masalah.
Danu mengatakan yang masih belum siap justru dari anggaran untuk gaji. Karena bagaimanapun, menurutnya, setelah P3K resmi diterima maka perlu mempersiapkan gaji bulanannya. Sementara Pemerintah Kabupaten Bantul belum menanggarkan. Persoalan tersebut sampai saat ini masih menjadi pembahasan.
Pembahasan akan dilanjutkan melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), "Persoalan seleksi sudah tidak ada masalah. Ya mudah-mudahan soal gaji juga tidak bermasalah," ujar Danu.
Diketahui kuota P3K tahap pertama di Bantul sebanyak 331 orang. Kuota itu terdiri dari 255 orang K2 dari guru, 12 orang tenaga kesehatan, dan 64 orang penyuluh pertanian. Sebenarnya honorer K2 di Bantul tercatat ada 621 orang yang tersebar di berbagai oranisasi perangkat daerah (OPD), namun sebagian besar adalah tenaga teknis administrasi. Sisanya tenaga fungsional 331 orang. Data itu juga yang sudah tercatat di Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Tahun ini kita mau proses (sertifikasi) tiga tanaman lokal. Ada alpukat Surokarsan, pisang Morosebo dan pisang Gendruwo,”
Canva resmi menghadirkan fitur Canva Offline yang memungkinkan pengguna tetap edit desain tanpa koneksi internet.
Kemlu RI mengecam tindakan Israel terhadap relawan Global Sumud Flotilla 2.0 dan terus mengupayakan pembebasan WNI yang ditangkap.
Talud Sungai Gajah Wong di Bantul ambrol dan mendekati jembatan. DPRD DIY mendesak penanganan darurat sebelum musim hujan tiba.
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.
Polres Ponorogo menggeledah ponpes di Jambon usai pimpinan pesantren jadi tersangka pencabulan santri. Polisi sita sejumlah barang bukti.